..Ibadah qurban itu berarti perlu disiapkan dengan beternak yg baik !

Kamis, 12 April 2012

HAMA, PENYAKIT DAN PENGENDALIAN PRODUK PADA PISANG

Oleh : Asbudi Salam

A. H a m a


a) Ulat penggulung daun atau Erionata thrax menyebar pada Asia Tengara. Gejala: larva instar awal membuat irisan miring pada tepi daun dan menggulung ke atas bagian yang ter potong sebagian dan lebih lanjut gulungan makin lebar. Pada tingkat serangan berat hanya tersisa tulang daun dan gulungan daun. Curah hujan yang tinggi menekan populsi instar awal. Pada daerah terlindungi dari angin, populasi hama tinggi.

b) Penggerek di buah pisang (Nacoleia octasema) menyebar di daerah Asia Tenggara.
Gejala : seperti kudis, buah bercak kecoklatan dan sebagian membusuk.

c) Penggerek batang pisang (Cosmopo lies sordidus) menyebar di daerah tropika.
Gejala: larva instar awal membuat beberapa gerekan memanjang pada jaringan luar sehinga menembus di seludang daun bagian dalam didekat nya. Hama menggerek pada pangkal batang dan rhizoma. Serangan pada daerah pegunungan lebih tinggi dari pada dataran rendah. Populasi hama banyak terdapat pada tanaman yang terlalu tua serta pada tungul dan rhizoma yang tersisa.
Pengendalian : sanitasi kebun dan pemanenan secara periodik.

d) Odoiporus longicallis adalah hama sekunder. Larva menggerek bagian dalam tengah batang hingga pada seludang daun.


B. Penyakit


a) Penyakit Layu Fusarium (penyakit Panama) disebabkan oleh Fusarium oxysporium. Penyakit ini merupakan penyakit merugikan setelah layu bakteri dan menyebar luas diseluruh dunia.
Gejala : tepi daun bawah kuning tua lalu menjadi coklat dan mongering, pangkal tangkai daun patah, kadang kala batang palsu bagian luar belah dari pangkal, pada belahan mem bujur pangkal batang palsu tedapat garis – garis coklat kehitaman ke berbagai arah (pada pangkal batang) batang batang palsu hingga tangkai daun terjadi perubahan warna berkas pembuluh

b) Bercak daun cercospora (penyakit sigatoka) oleh jenis Mycospharella musicola. Penyakit ini kadang kala merugikan, sebab dapat menurunkan kuantitas dan kualitas buah namun kurang mendapat perhatian.
Gejala : bercak kecil dan memanjang kuning pucat atau hijau kecoklatan sejajar tulang daun, bercak lalu mem besar menjadi coklat tua hingga hitam ellips (0.5 cm x 1.5 cm), pada daun tua pusat bercak mengering kelabu dengan tepinya coklat tua dengan halo kuning, di pusat bercak ada titik hitam

c) Bercak daun cordana disebabkan oleh Cordana musae. Penyakit ini terdapat di setiap negara penanam pisang, dianggap kurang penting.
Gejala : bercak ellips kecil kemudian membesar coklat pucat konsentris dengan halo kuning, yang sering bercampur dengan bercak cercos pora, dan bercak dapat merupakan hawar.

d) Penyakit kerdil pisang disebabkan oleh Banana Bunchy Top Virus (BBTV). Penyebaran penyakit di Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Pasifik, Australia, serta di beberapa negara Afrika.
Gejala : awalnya garis – garis pendek terputus – putus diselingi titik – titik terdapat di antara dan sejajar tulang – tulang daun sekunder; selanjutnya : daun – daun yang muncul berikutnya (daun – daun muda) tumbuh lebih tegak lebih pendek lebih sempit tangkai daun lebih pendek.

Pada sepanjang tepi daun terjadi klorosis dan kering daun jadi rapuh, infeksi pada tanaman muda menyebabkan tanaman tidak berproduksi
Pengendalian : penerapan karantina tumbuhan, penggunaan bibit bebas virus, rouging, aplikasi insektisida.

e) Pseudomonas solanacearum atau penyakit layu bakteri pisang/moko. Serangan terjadi terutama saat pisang menjelang berbunga. Tanaman tiba tiba layu tanpa didahului menjadi kuningnya daun. Pada bonggol pisan terdapat lendir.

f) Xanthomonas celebens atau penyakit darah. Bakteri menyerang pembuluh batang pisang melalui akar. Pada pembuluh yang diserang mengeluar kan cairan darah bila dipotong.


C. Pengendalian Kualitas Produk


a) Kegiatan pengendalian kuantitas dan kualitas produk bertujuan untuk men jaga buah agar memenuhi standar kualitas yang telah ditentukan utama nya untuk tujuan ekspor. Rusaknya buah (turunnya kualitas buah) dapat disebabkan oleh berbagai hal antara lain tandan buah menyentuh tanah karena pohon roboh, gesekan daun/ gesekan mekanis lainnya terhadap buah, serangan hama dan penyakit terhadap buah serta adanya getah yang menempel pada buah.

b) Pengendalian dimulai sejak kuntum bunga muncul dari batang semu hingga buah siap panen.

Kegiatan yang dilakukan meliputi:
+ Penyuntikan kuntum bunga pada waktu bunga (jantung) pisang muncul 2/3 dari pucuk batang semu dengan insektisida sistemik untuk mencegah serangan aphid yang dilakukan pada 10 cm dari ujung bunga
+ Pembuangan sisa bunga betina pada buah setelah pembungaan umur 30 hari setelah anthesis
+ Pembuangan daun terakhir dan daun tua yang menempel pada buah
+ Penyisaan daun pada saat fase perkembangan buah tidak kurang dari 4 helai
+ Pemasangan penyanggah pada tanaman yang sedang berbuah
+ Membungkusan buah dengan jenis plastik polyethylene yang mengandung insektisida di saat tandan sudah terbentuk sempurna (50 hari setelah anthesis), jantung yang masih kuncup dan dua sisir buah terbawah dibuang. Setelah dibungkus, tandan diberi tanda untuk menentukan waktu panen yang tepat sehingga umur dan ukuran buah seragam.

Sumber : http://asbudisalamminds.blogspot.com/2011/06/ayam-nunukan.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar