..Ibadah qurban itu berarti perlu disiapkan dengan beternak yg baik !

Sabtu, 27 September 2014

BUMBU BUMBU MASAK DARI ANEKA DAUN BUNGA DAN BUAH TANAMAN

BUMBU MASAK REMPAH ,DAUN ,BUNGA,DAN BUAH

Angkak 

  Tidak banyak masakan Indonesia yang memakai bumbu ini. Angkak banyak digunakan untuk masakan Cina. Bumbu ini berasal dari beras ketan yang difermentasikan kemudian dikeringkan. Berwarna kemerahan dan sedikit kusam, karenanya dapat digunakan untuk memberi warna merah alami pada masakan. Haluskan angkak bersama bumbu yang lain.
c.Bumbu ngohiong
Bumbu ngohiong disebut juga dengan nama five spice powder. karena bumbu ini merupakan campuran rempah-rempah yang dihaluskan. Diantaranya adalah pekak, merica szechuan, kayu manis, adas dan cengkih. Bubuk ini berwarna kecokelatan dan dijual siap pakai. Sangat cocok untuk bumbu rendaman ayam, bebek atau daging yang akan dipanggang.



 Pekak

    Bentuk pekak sangat cantik menyerupai bintang. Pekak dikenal dengan istilah bunga lawang atau star anise. Beraroma harum menyerupai adas. Tanaman yang menghasilkan bunga pekak ini banyak dijumpai di daratan Cina. Tinggi pohon mencapai 8 meter dan baru berbuah pada usia 6 tahun.Sebaiknya pekak disimpan di tempat yang tertutup rapat. Pekak dapat memberikan aroma harum yang khas. Pekak banyak digunakan untuk masakan Cina dan Vietnam. Cara penggunaannya dapat dihaluskan atau dibiarkan utuh dan dimasukkan dalam masakan.



Adas Manis

   Adas berasal dari dataran mediterania, merupakan biji pohon fennel (fennel seed). Berbentuk sangat kecil dan pipih, berwarna kecokelatan. Aromanya sangat harum dan sedikit pedas. Orang Indonesia banyak memanfaatkan adas sebagai bumbu dapur dan obat tradisional. Sangat cocok untuk memberikan aroma harum dan segar pada masakan seperti sup , gulai atau kari . Untuk mendapatkan aroma yang harum, sangrai biji adas kemudian haluskan bersama bumbu yang lain.
b.Angkak
Angkak

  Tidak banyak masakan Indonesia yang memakai bumbu ini. Angkak banyak digunakan untuk masakan Cina. Bumbu ini berasal dari beras ketan yang difermentasikan kemudian dikeringkan. Berwarna kemerahan dan sedikit kusam, karenanya dapat digunakan untuk memberi warna merah alami pada masakan. Haluskan angkak bersama bumbu yang lain.


Keluak
 Keluak mempunyai tekstur kulit yang keras, berwarna abu-abu. Daging buahnya berwarna cokelat tua kehitaman dan bertekstur lunak. Daging buah itulah yang dipakai sebagai bumbu.
Pilihlah keluak yang sudah tua, karena keluak muda mempunyai rasa sangat pahit. Keluak yang sudah tua akan mengeluarkan bunyi jika digoyang-goyangkan. Jika masih ragu cicipilah keluak untuk memastikan keluak tersebut tidak pahit. Keluak yang masih muda disebut picung. Rasanya gurih seperti kemiri dan biasa digunakan untuk pepes.Keluak tua pada umumnya digunakan untuk hidangan yang membutuhkan warna hitam seperti rawon atau brongkos, rasanya menjadi legit dan gurih. Jika akan digunakan pecahkan kulit keluak, kemudian ambil bagian isinya yang lunak dan haluskan bersama bumbu yang lain.


Kelapa
     Buah kelapa sering digunakan dalam masakan Indonesia, baik daging buahnya ataupun dibuat terlebih dulu menjadi santan. Santan digunakan sebagai kuah dalam masakan Indonesia atau berbagai macam kue-kue tradisional. Daging buah yang dijadikan kelapa parut biasa digunakan untuk bumbu seperti sambal urapan atau campuranpada kue. Selain kelapa parut dan santan, olahan kelapa yang lain adalah areh dan poyah. Areh merupakan santan yang direbus hingga mengental dan membentuk gumpalan pada bagian atasnya, dipakai untuk saus kue atau lauk. Poyah adalah kelapa parut kering yang sudah ditumbuk halus.
Kelapa dapat memberikan rasa gurih pada makanan. Kelapa setengah tua lebih cocok bila digunakan untuk kelapa parut pada taburan kue atau urapan. Membuat santan lebih tepat jika menggunakan kelapa yang tua. Agar menghasilkan santan yang pekat dan kental gunakan air hangat untuk memerasnya dan jika menginginkan santan tidak pecah, gunakan api kecil saat memasaknya.


Jintan
       Jintan (Trachyspermum roxburghianum syn . Carum roxburghianum) merupakan tumbuhan menjalar yang bijinya dapat digunakan untuk rempah-rempah dan obat-obatan. Biji tanaman ini sering digunakan sebagai bumbu dapur untuk masakan India.Tanaman ini banyak dibudidayakan di India dan Asia Tenggara.
Aromanya sangat harum, agak manis dan menjadi campuran bumbu hidangan tradisional di berbagai daerah Nusantara. Masakan yang sering menggunakan jintan adalah opor, gulai atau kari. Penggunaannya sebaiknya disangrai atau dihaluskan bersama bumbu lain saat akan diolah. Jintan juga tersedia dalam bentuk bubuk, yang
dikemas dengan botol.
Wijen
     Wijen (Sesamum indicum L. syn. Sesamum orientalis L.) adalah semak semusim yang termasuk dalam famili Pedaliaceae. Tanaman ini dibudidayakan sebagai sumber minyak nabati, yang dikenal sebagai minyak wijen, yang diperoleh dari ekstraksi bijinya. Afrika tropik merupakan daerah asalnya, kemudian tersebar ke timur hingga ke India dan Tiongkok. Di Indonesia, tanaman wijen tidak terlalu luas ditanam. Di daerah Gunungkidul, Yogyakarta, terdapat area penanaman wijen yang tidak terlalu luas.
      Wijen sudah sejak lama ditanam manusia untuk dimanfaatkan bijinya, bahkan termasuk tanaman minyak yang paling tua dikenal peradaban. Kegunaan utama adalah sebagai sumber minyak wijen. Bijinya yang berwarna putih digunakan sebagai penghias pada makanan , misalnya onde -onde , dengan menaburkan di permukaannya. Biji wijen dapat dibuat pasta.
Kapulaga
Kapulaga (Amomum cardamomum) selama ini dikenal sebagai rempah untuk masakan dan juga lebih banyak digunakan untuk campuran jamu. Di beberapa daerah kapulaga dikenal dengan nama kapol, palago, karkolaka, dan lain-lain.
Nama asing kapulaga adalah pai thou kou (bahasa Tionghoa). Orang Yunani menyebut buah itu cardamomom yang kemudian dilatinkan oleh orang Romawi menjadi cardamomum. Dalam bahasa Inggris disebut cardamom. Dalam bahasa Thai disebut krava, elaichi dalam bahasa Hindi, dan elakkaai dalam bahasa Tamil.
Tumbuhan kapulaga tergolong dalam herba dan membentuk rumpun, sosoknya seperti tumbuhan jahe, dan dapat mencapai ketinggian 2-3 meter dan tumbuh di hutan-hutan yang masih lebat. Kapulaga hidup subur di ketinggian 200-1.000 meter di atas permukaan laut.Buah yang sudah kering menjadi keriput, bergaris-garis, berisi 4-7 butir biji kecil cokelat kemerah-merahan. Rasanya agak pedas seperti jahe, tetapi baunya tidak. Kapulaga memiliki aroma sedap sehingga orang Inggris menyanjungnya sebagai grains of paradise.Oleh karena itu, dimanfaatkan untuk menambah aroma pada masakan, kue dan minuman. Ada dua jenis kapulaga, yaitu kapulaga putih yang banyak digunakan untuk masakan dan kapulaga hijau untuk kue dan minuman.
Saat akan digunakan kapulaga dimemarkan atau dihaluskan dan disangrai hingga harum agar aroma khas dapat tercipta. Kapulaga sebaiknya disimpan dalan stoples yang tertutup rapat.
Kemiri
Kemiri (Aleurites moluccana), adalah tumbuhan yang bijinya dimanfaatkan sebagai sumber minyak dan rempah-rempah. Tumbuhan ini masih sekerabat dengan singkong dan termasuk dalam suku Euphorbiaceae.
Dalam perdagangan antarnegara dikenal sebagai candleberry, indian walnut, serta candlenut. Kemiri adalah tumbuhan resmi negara bagian Hawaii.Manfaat kemiri antara lain:
• Kemiri sering digunakan dalam masakan Indonesia dan masakan Malaysia dan berfungsi sebagai bumbu penambah rasa gurih. Di Pulau Jawa, kemiri juga dijadikan sebagai saus kental yang dimakan dengan sayuran dan nasi.
 Ketumbar
• Kemiri juga dibakar dan dicampur dengan pasta dan garam untuk membuat bumbu masak khas Hawaii yang disebut inamona. Inamona adalah bumbu masak utama untuk membuatpoke tradisional Hawai.
     Ketumbar (Coriandrum sativum), konon berasal dari Eropa selatan. Bentuk berupa biji kecil-kecil sebesar 1-2 milimeter. Mirip dengan biji lada tetapi lebih kecil dan lebih gelap. Selain itu, terasa tidak berisi dan lebih ringan dari lada.Berbagai jenis masakan tradisional Indonesia kerap menggunakan bumbu ini. Dengan tambahan bumbu tersebut, aroma masakan akan lebih nyata.Pilih biji ketumbar yang utuh dan berbutir besar. Sebaiknya disangrai terlebih dahulu sebelum digunakan dan simpan dalam toples yang tertutup rapat. Haluskan ketumbar bersama bumbu lainnya sebelum digunakan.
 Pala
     Pala (Myristica fragrans) merupakan tumbuhan berupa pohon yang berasal dari Kepulauan Banda, Maluku. Tumbuhnya dapat mencapai 20m dan usianya bisa mencapai ratusan tahun.Tumbuhan ini berumah dua (dioecious) sehingga dikenal pohon jantan dan pohon betina. Daunnya berbentuk elips langsing. Buahnya
berbentuk lonjong seperti lemon, berwarna kuning, berdaging dan beraroma khas karena mengandung minyak atsiri pada daging buahnya.
Daging buahnya diolah menjadi manisan. Aromanya sangat harum, tajam, bernuansa hangat dan manis. Pilihlah biji pala yang kering, baru dan beraroma segar.
Biji pala menambah cita rasa pada bumbu perendam daging, ikan atau ayam serta menjadikan kaldu atau sup semakin sedap. Bubuk pala dipakai sebagai penyedap untuk roti atau kue, puding, saus, sayuran, dan minuman penyegar (seperti eggnog).


Serai
sejenis tumbuhan rumput-rumputan yang daunnya panjang seperti ilalang, dipakai sebagai bumbu dapur untuk mengharumkan makanan. Minyak serai merupakan minyak atsiri yang diperoleh dengan jalan menyuling tanaman tersebut.
Salah satu guna lain dari serai adalah baunya dapat digunakan untuk mengusir nyamuk, baik berupa tanaman ataupun berupa minyaknya.Sebelum digunakan, serai dapat dipotong 10-15 cm dari ujung akarnya, bersihkan kemudian memarkan. Bagian ujung inilah yang memberikan aroma khas. Masukkan bersama bumbu lain dan angkat serai saat hidangan akan disajikan. Untuk membuat minuman, serai dapat direbus dengan air atau di campur dengan air teh atau air jeruk nipis. Minuman ini dikenal
dengan teh serai.

Temu kunci
    Temu kunci (Boesenbergia rotunda (L.) Ma nsf. syn. Curcuma rotunda L., B. pandurata (Roxb.) Schlechter, Kaempferia pandurata Roxb.) adalah sejenis rempah-rempah yang dipakai sebagai bumbu dalam masakan Asia Tenggara. Salah satu keluarga jahe ini merupakan rempah asli Jawa dan Sumatra. Temu kunci atau chinese key ini berbentuk sekelompok umbi akar yang mirip jari telunjuk, memanjang, langsing dan lurus. Kulit luarnya berwarna cokelat muda dan sangat tipis. Bagian dalamnya berwarna kuning muda dengan aroma segar yang khas. Bisa digunakan dalam membuat sayur bening, hidangan ikan, selada dan urapan. Pilihlah umbi akar yang tua, kupas lalu memarkan agar aromanya keluar atau iris halus lalu tumis dengan
bumbu lain.
Kunyit
     Masakan tradisional Indonesia tidak terlepas dari bumbu ini. bumbu yang masih tergolong dalam keluarga rempah-rempah ini mempunyai ciri-ciri seperti jari tangan, kulitnya bergaris-garis dengan warna cokelat kekuningan dan tipis. Aroma kunyit sangat khas dan sedikit pahit. Kunyit mempunyai warna kuning dan jika sudah berumur tua hampir mendekati orange, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami.
Biasa dipakai untuk mewarnai nasi kuning, bumbu opor, kari dan gulai. untuk memperoleh warna yang tajam, pilihlah kunyit yang tua, berumbi besar dan mulus. kunyit dapat disimpan di tempat yang sejuk dan dingin. Biasanya sebelum kunyit digunakan dan dihaluskan dengan bumbu yang lain, kunyit dibakar terlebih dahulu.


Jahe 
Jahe (Zingiber officinale), adalah tanaman rimpang yang sangat populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Berbentuk jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah.Rasa dominan pedas disebabkan senyawa keton bernama zingeron. Jahe termasuk suku Zingiberaceae (temu-temuan). Nama ilmiah jahe diberikan oleh William Roxburgh dari kata Yunani zingiberi, dari bahasa Sanskerta, singaberi.
Jahe diperkirakan berasal dari India. Namun ada pula yang mempercayai jahe berasal dari Tiongkok Selatan. Terdapat dua jenis jahe yaitu jahe putih dan jahe merah. Jahe putih digunakan sebagai bumbu dan jahe merah digunakan untuk obat. Aroma jahe sangat tajam segar dan rasanya pedas atau panas.
Jahe putih muda berkulit tipis dan berujung kemerahan, tangkai kehijauan dengan kandungan air cukup banyak. Ada pula jahe dalam bentuk manisan berbentuk potongan dadu kecil dan bersalut gula. Acar jahe terbuat dari jahe utuh atau irisan tipis yang dibumbui dengan sedikit garam dan gula.
Jahe tua yang segar biasaanya dipakai untuk hidangan tumis, hidangan berkuah terutama seafood dan minuman, karena beraroma tajam, dan menghilangkan bau anyir. Jahe bubuk dapat digunakan untuk menambah aroma pada kue-kue dan biskuit,sirup, serta campuran bubuk rempah. Manisan jahe dipakai untuk campuran cake dan taburan es krim karena rasanya lebih manis.
Acar jahe dipakai untuk pelengkap hidangan bakar atau pang-gang.


 Kencur
Kencur (nama bahasa Jawa dan bahasa Indonesia) dikenal di berbagai tempat dengan nama yang berbeda-beda: cikur (bahasa Sunda), ceuko (bahasa Aceh), kencor (Madura), cekuh (bahasa Bali), kencur, sukung (bahasa Melayu Manado), asauli, sauleh, soul, umpa (bahasa-bahasa di Maluku), serta cekir (Sumba).Berbagai resep masakan tradisional Indonesia dan jamu menggunakan kencur sebagai komponennya. Kencur dipakai orang sebagai tonikum dengan khasiat menambah nafsu makan sehingga sering diberikan kepada anak-anak. Jamu beras kencur sangat populer sebagai minuman penyegar pula.


Lengkuas/laos 
   Lengkuas atau laos (Alpinia galanga) adalah rempah rempah populer dalam tradisi boga dan pengobatan tradisional Indonesia maupun daerah Asia Tenggara lainnya. Bagian yang dimanfaatkan adalah rimpangnya yang beraroma khas.Lengkuas dapat memberikan aroma segar pada hidangan tumis, pindang, dan hidangan berkuah santan. Pemanfaatan lengkuas biasanya dengan mememarkan atau memotong tipis kemudian dimasukkan ke dalam masakan.

Daun kari Disebut juga daun temurui atau daun salam koja. Tekstur daunnya hampir mirip daun salam tetapi ukurannya lebih kecil. Daun ini dapat membuat masakan menjadi lebih gurih.











 Daun kemangi
Daun ini mempunyai aroma yang sangat segar dan khas, sangat mudah diperoleh. Ada yang menyebutnya dengan istilah daun selasih atau daun ruku-ruku. Daun kemangi bisa dikonsumsi mentah atau dimasak terlebih dahulu. Manfaat daun kemangi adalah memberi rasa khas dan aroma yang harum serta tajam.











 Daun ketumbar
Bentuk daunnya mirip dengan daun selederi, tetapi warna daunnya lebih muda dan aroma tajam menyengat. Kegunaan daun ketumbar untuk memberi aroma pada hidangan berkuah, tumis atau untuk taburan, terutama pada hidangan seafood.







Daun kunyit Selain umbi, daun kunyit juga dapat digunakan sebagai bumbu untuk meberikan rasa gurih dengan aroma kunyit yang lembut. Masakan yang banyak menggunakan daun kunyit adalah masakan daerah Sumatra, gulai, kari, kalio atau rendang.






Daun mangkokan
Nama daun ini diambil karena bentuknya mirip dengan mangkok. Di Sumatra sering dikenal dengan istilah tapak leman/tapak liman. Manfaatnya dapat dipakai untuk menyegarkan aroma masakan, untuk menghilangkan aroma anyir pada ikan dan otak sapi. Juga dapat digunakan sebagai pembungkus makanan.





















Daun mintDaun mint berasal dari daerah mediterania dan Asia Barat. Daun mint berwarna hijau, berbentuk bulat dengan bulu- bulu halus. Manfaat daun mint dengan daunnya yang pedas dan aroma mentol banyak dipakai untuk minuman, kue atau saus puding. Bisa juga digunakan sebagai lalapan. 

 Daun suji
Daun suji disebut juga pandan betawi, tidak terlalu harum jika dibandingkan dengan daun pandan. Daun suji dapat dijadikan pewarna hijau alami. 




1. Bawang putih (garlic)
Memarkan bawang putih beserta kulitnya untuk wangi khasnya. Atau bisa juga membeli dalam bentu segar maupun bubuk kering dalam botol. Bawang putih ada yang berumbi tunggal (bawang tunggal atau laki) dan digunakan untuk acar juga berkhasiat menurunkan kolesterol.

2. Bawang merah (shallot)
Bawang ini merupakan penyedap rasa tertenar di Asia. Selain masakan, mentahnya dapat dibuah menjadi acar atau sambal kecap. Bawang goreng juga sering dibuat dari bawang merah, sehingga masakan makin istimewa dan sedap.

3. Bawang bombai (onion)
Selain sebagai hiasan, dagingnya yang besar dan tebal sering digunakan untuk bumbu masakan. Ada 3 jenis dari bawang bombai, yaitu yellow onion(kuning kecokelatan dan paling banyak di pasaran), lalu white onion, red Italian onion (warnaya merah dan manis) yang hanya ada di pasar swalayan tertentu.

4. Daun bawang (spring onion, green onion, scallion)
Daun bawang bisa ditemukan dalam olahan martabak telur, sup, atau bumbu tabur. Meski banyak spesiesnya, jenis yang paling umum adalah bawang daun (allium fistulosum).

5. Bawang prei (leek)
Mirip dengan daun bawang, namun lebih pipih (gepeng) dan membentuk lipatan. Pembeda lainnya adalah aroma lembut dan agak manis.

Yang dipakai hanya bagian putihnya dan untuk masakan asing seperti sup, quiche, pai, atau dalam kondisi mentah sebagai campuran salad.

6. Lokio
Nama lainnya adalah bawang batak dan banyak digunakan di dapur Melayu atau Meda untuk seafood atau asinan Bogor dalam keadaan mentah. Pada makanan China, umbi lokio dipakai ditumis dengan tahu dan disajikan seperti sayuran.

7. Bunga bawang
Batangnya panjang berwarna hijau yang lunak dan berongga dengan putik bunga di ujungnya. Belilah yang bunganya masih menguncup, karena rasanya enak jika ditumis bahkan dengan bumbu sederhana saja.

8. Bawang cung (chive) dan kucai
Bawang cung adalah tanaman bawang merah yang dipanen ketika masih mudah dan biasa dipakai sebagai penyedap kaldu rawon. Nah, bedanya dengan kucai adalah lebih gepeng, tidak berumbi, seperti rumput juga aromanya kurang tajam. 


Daun salam 
Salam adalah nama pohon penghasil daun rempah yang digunakan dalam masakan Nusantara. Tumbuhan ini juga dikenal dengan nama-nama lain seperti ubar serai, meselangan (Sumatra), samak, kelat samak, serah (Maluku), dan manting (Jawa). Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Indonesian bay-leaf atau Indone-sian laurel , sedangkan nama ilmiahnya adalah Syzygium
polyanthum. Kegunaan daun salam adalah memberi aroma harum yang khas pada hidangan tumis, gulai, kari, dan sayur asam.
3)Daun bawang 

Merica
Lada atau merica (Piper nigrum L.) adalah tumbuhan penghasil rempah-rempah yang diambil bijinya. Lada sangat penting dalam komponen masakan dunia. Di Indonesia, lada terutama dihasilkan di Pulau Bangka. Lada bisa dikatakan sebagai raja dapur karena dipakai seluruh dapur di dunia. Terdapat tiga jenis lada yang dapat kita jumpai, yaitu lada putih, lada hitam, dan lada hijau. Lada hijau jarang dan susah kita temukan. Lada hitam beraroma lebih tajam dan bercita rasa lebih pedas. Pada dasarnya lada digunakan dalam masakan untuk memberikan rasa pedas yang menghangatkan tubuh. Sebaiknya sebelum dipakai lada disangrai terlebih dahulu untuk mengasilkan aroma
yang lebih tajam. 

Petai


Petai

Pohon dan buah petai banyak kita temukan di daerah pedesaan khususnya di Pulau jawa dan sumatra. Masakan yang banyak menggunakan petai adalah masakan dari daerah Jawa Barat dan Sumatra. Petai dapat memberikan aroma khas yang sangat tajam. Bisa dimakan mentah atau dicampurkan ke dalam masakan dengan cara diiris tipis-tipis.


 Cabai adalah buah dan tumbuhan anggota genus Capsicum. Bumbu ini berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Buahnya dapat digolongkan sebagai sayuran maupun bumbu. Sebagai bumbu, buah cabai yang pedas sangat populer di Asia Tenggara sebagai penguat rasa makanan.
Cabai atau lombok termasuk dalam suku terong-terongan (Solanaceae) dan merupakan tanaman yang mudah ditanam di dataran rendah ataupun dataran tinggi. Tanaman cabai banyak mengandung vitamin A dan C serta mengandung minyak atsiri capsaicin, yang menyebabkan rasa pedas dan memberikan kehangatan panas bila digunakan untuk rempah-rempah (bumbu dapur).

Beberapa jenis cabai antara lain: 
1. Cabai hijau
Cabai hijau adalah cabai merah yang masih muda, beraroma khas, tidak terlalu pedas dan cocok untuk hidangan tumis. Cabai hijau digunakan untuk masakan ayam masak hijau, sambal hijau dan sayur tauco.
 
2. Cabai merah besar
Kandungan air banyak dan sedikit biji. Dapat digunakan untuk menghasilkan hidangan berwarna merah dengan rasa tidak terlalu pedas.
 
3. Cabai merah keriting
Kandungan air sedikit dan berbiji banyak dengan cita rasa sangat pedas. Cocok untuk membuat sambal dan hidangan yang membutuhkan rasa pedas.
 
4. Cabai rawit
Cabai rawit mempunyai rasa yang sangat pedas. Pada mulanya cabai rawit berwarna hijau, kuning dan pada akhirnya berwarna merah.
 


Sumber :  http://infokuliner.pendidikanriau.com/2012/03/bumbu-masak-rempah-daun-bungadan-buah.html

Sabtu, 23 Agustus 2014

BUAH-BUAHAN KHAS KALIMANTAN



BUAH-BUAHAN KHAS KALIMANTAN
pasar buah-buahan
tarap  
  
durian
binjai       
 
tiwadak
tarap
tarap

   hambawang
hambawang
ramania 
 
rambai
langsat
 
ramania
langsat 
 
manggis
tiwadak 
  kapul 
kapul
pampakin 
Pampakin anum

KALAU INGIN BIBIT BUAH-BUAHAN INI COBA HUBUNGI       –   
HAITONIAH-   081253946499


BUAH  KHAS KALIMANTAN KIAN LANGKA 
Banjarmasin,18/10 (ANTARA)-
Buah-buahan khas Kalimantan yang berada di kawasan Kalimantan Selatan kian kian langka setelah pohon buah-bauah tersebut terus ditebang untuk digunakan sebagai bahan baku gergajian. Demikian keterangan warga di bilangan Kabupaten Balangan, kepada ANTARA saat melakukan mudik lebaran, demikian dilaporkan Kamis. Berdasarkan keterangan penduduk Desa Panggung, buah khas yang sudah langka seperti jenis maritam (buah sejenis rambutan tapi tidak berbulu), siwau (juga jenis ramburan juga tidak berbulu) asam hurang (mangga kecil rasanya manis). 
Buah lain yang pohon kayunya terus ditebang, tandui (sejenis mangga tetapi rasanya sangat kecut, biasanya disenangi hanya dijadikan rujak), lahung (sejenis durian berbulu panjang dan lancip dengan warna kulit merah tua), serta mantaula (sejenis durian berklit tebal berduri besar rasanya khas). Buah-buahan yang hanya berada di pedalaman Kalimantan khususnya di Pegunungan Meratus tersebut dicari lantaran pohonnya selalu besar, sehingga bila dijadikan kayu gergajian maka kayu gergajian dari pohon itu volumenya banyak. 
“Sejak sepuluh tahun terakhir ini, kayu buahan tersebut ditebang diambil kayunya untuk dijual dan untuk bahan bangunan pembangunan rumah penduduk,” kata Rusli penduduk setempat. 
Perbuuan kayu buah-buahan tersebut setelah kayu-kayu besar dalam hutan sudah kian langka pula, setelah terjadi penebangan kayu dalam hutan secara besar-besar dalam dekade belakangan ini. Sementara permintaan kayu untuk dijadikan vener ( bahan untuk kayu lapis) terus meningkat, setelah kayu-kayu ekonomis dalam hutan sudah sulit dicari, Bukan hanya untuk vener, kayu-kayu dari pohon buah itu dibuat papan untuk dinding rumah penduduk, atau dibuat balokan serta kayu gergajian. Beberapa warga menyayangkan penebangan kayu buah tersebut, lantaran jenis kayu ini adalah kayu yang berumur tua. 
“Kalau sekarang ditanam maka mungkin 50 tahunan bahkan ratusan tahun baru kayu itu besar,” kata warga yang lain. 
Sebagai contoh saja, jenis pohon buah lahung yang ditebang adalah pohon yang ratusan tahun usianya, makanya pohon lahung yang banyak ditebang ukuran garis tengahnya minimal satu meter. Warga mengakui agak sulit melarang penebangan kayu pohon buah tersebut lantaran itu kemauan pemilik lahan dimana pohon itu berada, sebab pohn itu sebelum ditebang dijual dengan harga mahal, sehingga oleh pemilik lahan dianggap menguntungkan. 

PRODUKSI BUAH-BUAHAN LOKAL PEDALAMAN KALSEL MENURUN DRASTIS Banjarmasin,30/3 (ANTARA)- 
Produksi buah-buahan lokal Pedalaman Kalimantan Selatan (Kalsel) beberapa tahun belakangan ini mengalami penurunan drastis lantaran pohon buah-buahan itu tidak banyak yang dibudidayakan sementara tanaman yang ada sebagian besar sudah tua-tua dan tidak berproduksi dengan baik lagi. Wartawan ANTARA yang melakukan perjalanan ke wilayah Kecamatan Awayan, Kabupaten Balangan seperti dilaporkan Minggu memperoleh keterangan dari warga bahwa produksi buah-buahan itu menurun tidak seperti beberapa tahun yang lalu. 
“Biasanya saat musim buah seperti sekarang ini, produksi buah-buahan lokal melimpah, seakan tak ada harganya lagi, tetapi sekarang produksi yang ada jumlahnya sedikit, akhirnya buah-buahan lokal itu berharga mahal,”kata Nahlian Noor menuturkan. Nahlian Noor yang dikenal sebagai pedagang buah di kawasan tersebut mengakui untuk memperoleh buah-buahan dengan jumlah besar untuk dibawa ke kota sekarang sudah sulit sekali, untuk kebutuhan masyarakat setempat saja hampir tak mencukupi apalagi harus dibawa ke luar daerah. 
Sebagai contoh buah Pampakin (sejenis durian warna kuning kemerahan) sekarang satu biji sudah seharga antara Rp5 ribu hingga Rp10 ribu di tempat, walau harganya dinilai cukup mahal tetapi kalau dijual di kawasan ini saja sudah rebutan karena produksinya yang sedikit itu. Padahal tahun-tahun sebelumnya produksi buah Pampakin selalu saja memludak dan banyak dibawa ke Banjarmasin serta kota-kota lain   di Kalsel, bahkan dibawa ke Balikpapan dan Samarinda (Kaltim). 
Menurunnya produksi buah lokal tersebut karena banyak pohon buah itu tidak dipelihara dengan baik, apalagi dibudidayakan dengan pembibitan yang baru sama sekali hampir tak pernah terlihat lagi. Bahkan banyak pohon buah lokal yang berpohon besar bukannya dipelihara melainkan justru ditebang karena kayu dari pohon buah ternyata belakangan laku dijual untuk dibuat bahan bangunan seperti papan, kasau, gelagar, dan kayu gergajian yang lain. Selain itu kayu pohon buah lokal ini juga laku dijual ke berbagai perusahaan vener (bahan pelapis plywood) dengan harga yang menggiurkan, akhirnya banyak warga pemilik buah-buahan lokal tidak mau repot memelihara pohon itu, tetapi dijual dengan harga mahal ke berbagai perusahaan itu, kata seorang warga yang lain. 
durian

Di Pedalaman Kalsel, khususnya di kaki Pegunungan Meratus Kabupaten Balangan, Kabupaten Tabalong, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) serta Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dikenal sebagai sentra buah-buahan lokal  Kalsel. 
Kawasan ini setiap musim buah memproduksi buah lokal seperti tiwadak (cempedak), durian yang kalau di kawasan setempat terdapat sekitar 30 spicies durian, rambutan sekitar 40 spicies, dan mangga-manggaan yang juga puluhan spicies. 
Jenis buah yang biasanya selalu melimpah, adalah langsat terdapat beberapa spicies,rambai beberapa spicies. Di kawasan tersebut terdapat beberapa jenis buah lokal yang khas dan unik, seperti lahung sejenis durian tetapi durinya panjang-panjang dan lancip warna kulit merah kehitaman, bentuknya bulat dan rasanya sangat khas. Buah lahung kebanyakan dipergunakan sebagai penyedap penganan. 
Kemudian juga ada buah maritam, mungkin pamily rambutan tetapi tidak berbulu, kulitnya keras warna kulit hijau kemerahan, rasanya seperti rambutan. 
Buah khas lain yang berdasarkan data terdapat di Kalsel tetapi terus menurun  populasinya adalah :
- Kasturi (Mangifera casturi),
- Hambuku (Mangifera spp),
- Hambawang (Mangifera foetida),
Pampakin (Durio kutejensis),
Mundar (Garcinia spp),
Pitanak (Nephelium spp),
Tarap (Arthocarpus rigitus),
Kopuan (Arthocarpus spp),
Gitaan (Leukconitis corpidae), serta
Rambai (Sonneratia caseolaris)
ciri biologis buah kalsel

 
Rambutan timbul


Buah langka Khas Kalimantan yang ada di Kalsel 
Papaken (Durio kutujensis) 
Papaken yang mempunyai nama lain yaitu lai, tergolong durian yang berumur genjah, pada umur 5 tahun kerabat durian ini sudah mulai berbuah. Pertumbuhan tanaman tidak terlalu tinggi. Buah berbentuk bulat, berwarna hijau sampai hijau kekuningan. Kulit buah yang masak berduri agak lunak dan mudah dibelah. Rasa daging buahnya manis dan empuk, berwarna kuning emas dan beraroma kurang menyengat, kurang alkoholik. Biji berwarna kuning kecoklat-coklatan. Karena populasinya dialam sudah berkurang, tanaman ini tergolong dari 40 jenis tumbuhan langka di Indonesia yang harus dilindungi, yang termasuk katagori rawan. 
Mantuala (Durio, sp). campuran, berumah satu. 
Buah tergolong buah buni, berbentuk buat sampai bulat memanjang, daging buah berwana kuning muda sampai jingga, ada yang berserabut dan tidak. Biji batu berdinding tebal. Kerabat durian ini dicirikan dengan adanya lekukan pada tiap sekat (katup) buahnya. Daging buah berwarna jingga, tebal, manis, beraroma kurang menyengat, kurang alkoholik, berbiji coklat. Buah yang muda berwarna hijau, kemudian berubah menjadi kuning muda kalau sudah masak. 
Kuwini (Mangifera odorata). 
Kelompok mangefera jenis ini dicirikan dengan aromanya yang menusuk. Buah berbentuk bulat memanjang, berukuran agak besar, berat/buah dapat mencapai 400 gram. Daging buah berwarna kuning, manis dan agak berserat. Kulit buah berwarna hijau,buah yang masak dicirikan dengan daging buahnya yang lunak dan aromanya yang menusuk. Kuweni Anjir, adalah salah satu jenis kuwini yang khas, dengan rasa yang manis, dapat beradaptasi di lahan rawa pasang surut, lebih tahan terhadap penggerek buah. 
Hambawang (Mangifera foetida) 
Kelompok dari magifera ini dicirikan dengan kulit buahnya yang tebal, dan mengandung getah. Kulit buah berwarna hijau kekuningan, berbintik hitam dan kadang ditemui getah hitam yang mengering dikulit. Daging buah berwarna kuning, dengan rasa dari masam sampai manis, daging buah berserat. Jenis hambawang lainnya adalah hambawang putar yang dicirikan dengan bentuk buahnya yang bulat, berukuran agak kecil daging buah dengan biji dapat dipisahkan dengan cara diiris sekeliling buah dan diputar. 
Kasturi (Mangifera casturi Kosterm/ Mangifera casturi Delmiana). 
Kelompok mangifera ini dicirikan dengan aroma yang khas. Buah berukuran kecil dengan berat/buahnya mencapai 50- 75 gram, berbentuk bulat sampai bulat agak memanjang. Kulit buah muda berwarna hijau, kalau matang berangsur-angsur menjadi ungu. Daging buah berwarna jingga dengan rasa manis yang khas. Kasturi mempunyai wilayah penyebaran yang sempit (Kalimantan), dan tergolong dari 200 jenis tumbuhan langka di Indonesia yang harus dilestarikan. Kasturi diabadikan sebagai maskot flora Kalimantan Selatan. 
Kasturi rawa-rawa/Asam rawa-rawa (Mangifera sp) 
Tanaman yang mirip dengan kasturi ini dibedakan oleh bentuk buah yang agak memanjang. Rasa dan aromanya yang khas, manis, tidak begitu menusuk dan tidak berserat. Kulit buah bagian pangkal berwarna hijau, bagian ujung berwarna ungu. 
Kasturi palipisan (Mangifera sp). 
Mempunyai buah yang lebih besar dibanding Kelompok kasturi lainnya, berat/buah dapat mencapai lebih dari 100 gram. Warna daging buah jingga, agak berserat, padat, dengan rasa manis. Buah muda berwarna hijau, buah yang masak dicirikan dengan warna ungu pada ujung buah. 
Kasturi cuban(Mangifera sp). 
Kerabat kasturi ini dicirikan dengan bentuk buahnya yang bundar, dengan ukuran lebih kecil dibanding kelompok kasturi lainnya. Berat buah antara 40 – 75 gram. Daging buah berwarna kuning,lunak, agak berserat. Rasa buahnya manis asam yang segar. 
Binjai manis (Mangefera kemanga) 
Kerabat ini mempunyai rasa manis dan aroma yang khas. Daun bulat telur memanjang, tebal dan liat berukuran agak besar, dengan tulang daun yang tidaktampak. Bunga kecil, dalam karangan bunga berbentuk malai, warna putih. Buah berbentuk lonjong, daging buah putih, lunak, warna kulit buah hijau. Buah yang masak dicirikan dengan daging buah yang lunak dan timbulnya aroma khas. Biji besar, berwarna ungu. Binjai yang manis ini dikenal pula dengan nama daerah kalimantan binjai wanyi. 
Binjai masam (Mangefera kemanga) 
Binjai ini dicirikan dengan raba daging buahnya masam ini yang masam. Warna kulit buah yang matang bervariasi ada yang cokelat, cokelat kemerahan dan hijau. 
Tarap(Artocarpus odoratissimus). 
Kerabat ini mempunyai daerah penyebaran yang sempit. Buah berbentuk bulat, berduri lunak dan panjang, Kulit buah hijau dan keras sewaktu muda, berangsur- angsur coklat kekuningan dan lunak kalau sudah masak. Daging buah berwarna putih, lunak dan manis. Biji berwarna putih, berukuran kecil. Daun ber ukuran besar. Kulit batang bergetah. 
Kopuan(Artocarpus lanceifolia) 
Kerabat ini mirip dengan tarap, yang membedakan hanya warna daging buahnya yang jingga dan duri buahnya yang pendek dan agak keras. 
Cempedak(Artocarpus intgra) 
Kerabat ini dicirikan dengan daunnya yang berbulu banyak dan lebih panjang dibanding nangka. Bunga tersusun dalam tandan. Kulit buahnya tidak kasar, dengan bentuk buah yang bundar memanjang. Aroma buahnya sangat khas dan menusuk, daging buah melekat pada biji, agak tipis, lembek ber serat, berwarna kuning dan rasanya manis. 
Manggis, Rambutan, Jeruk siam, Langsat, Ketapi, Ramania, rambai, sawo pancukan (nam-nam) dan buah mentega, Srikaya, kalangkala. 
Tanaman rawa Kalimantan. 
Mundar/bundar (Garcinia forbesii). 
Buah mundar berwarna merah cerah, berbentuk bundar, berkulit buah yang tipis dan lunak. Daging buah berwarna putih, dengan rasa manis, semakin dekat kebiji akan terasa asam segar. Berat/buah 40-60 gram. Biji berukuran kecil, pipih dengan berat 0,2 gram. Bundar berbuah lebih produktif di banding manggis. Sepanjang ranting muncul buah berkelompok 2 sampai 7 butir

Ketapi suntul (Sandoricum koetjape Merr)
Dicirikan dengan buah yang berbentuk bulat dengan pangkal meruncing, ukuran lebih kecil dan rasa yang manis. 
Ketapi masam (Sandoricum koetjape Merr) 
Buah bulat dengan pangkal meruncing, berukuran besar, dengan rasa masam. 
langgsat roko ( Lansium sp) 
Dicirikan dengan buah berbentuk bundar, berkulit sangat tebal, berbiji besar, daging buah tipis dengan rasa masam. Langsat roko ini mempunyai nilai ekonomis yang rendah.

Selat (Lansium sp)
Dicirikan denagn buah berbentuk bundar, kulit buah agak tebal dibanding langsat biasa. Warna kulit kuning muda. Daging buah putih bening dengan rasa manis menyengat. 
Ramania
Ramania(Gandaria) tergolong kedalam divisio Spermatophyta, Sub Divisio Angiospermae, Klas Dicotyledoneae Ordo Anacardiales, Famili Anacardiaceae, Genus Bouea dan Spisies Bouea macrophylla. Tergolong kedalam tanaman keras/tahunan (paranual), berupa pohon (arbor), tinggi 10-20 m. Daun tunggal, duduk daun berhadapan, bentu memanjang, liat seperti kertas, tepi rata, bertangkai 1-2,5 cm. Bunga kecil, dalam karangan bunga berbentuk malai, ukuran 4-10 cm. Tiap karangan ada 2 jenis bunga, jantan dan berkelamin ganda. Tangkai bunga pendek, kelopak 5 buah, kuning, tenda bunga panjangnya 1,2- 2,5 cm. Bakal buah tersembunyi, beruang satu, berbakal biji tunggal. Buah berbuntuk buni, bulat, berdaging, mengandung air, berwarna kuning. Kulit buah halus, berwarna kuning. Biji berwarna ungu. 
Rambutan Garuda (Nephelium Lappaceum) 
Rambutan yang adaptif di lahan rawa ini, mempunyai Keunggulan rasanya yang manis, buahnya yang besar ( 50,40 Gram/buah), daging buah yang tebal (0,65 cm), berbiji kecil ( 2,45 gram), dan sangat ngelotok. 
Rambutan Antalagi (Nephelium Lappaceum) 
Buah dari rambutan Antalagi ini berukuran sedang (26,38 gram/biji), rasa manis, dengan ketebalan daging buah sedang (0,40 cm). Warna buah merah agak kuning, dengan bulu jarang. Rambutan Ini dapat beradaptasi dengan baik pada lahan rawa pasang surut dan rawa lebak. 
Rambutan Sibatuk. (Nephelium Lappaceum) 
Rambutan ini mempunyai rasa yang sangat manis, daging buah berair. Buah berwarna merah dengan ketebalan daging buah sedang (0,45 cm). Cukup adaptif untuk lahan rawa pasang surut dan lebak. 
Rambutan Sitimbul. (Nephelium Lappaceum). 
Buah berwarna merah, daging buah tebal (0,675 cm), dengan rasa yang sangat manis, dengan biji yang kecil (1,8 gram). Rambutan ini juga adaptif untuk lahan rawa pasang surut dan lebak. 
Kerabat-kerabat rambutan yang dikoleksi di Kebun Percobaan Banjarbaru adalah : maritam, siwau, pitanak, mata kucing dan babuku. 
Maritam (Nephelium mutabile) 
Kerabat rambutan yang satu ini mempunyai daun yang lebih kecil di banding rambutan (panjang 12,0 cm, lebar 4,4 cm) Buah tidak mempunyai rambut , dengan kulit buah yang tebal, berupa tonjolan-tonjolan dengan ujung yang meruncing. Warna buah muda hijau, berangsur-angsur menjadi merah tua kalau masak. Daging buah tebal, ada yang mudah dikelupas dari biji ada yang tidak., dengan rasa agak masam sampai manis 
Siwau ( Nephelium sp) 
Kerabat rambutan ini juga berbentuk pohon, daunnya majemuk dengan ukuran lebih kecil dibanding rambutan (panjang 9,0 cm, lebar3,5 cm). Buahnya kecil, berwarna merah, daging buah tipis, dengan rasa agak manis sampai manis. 
Pitanak (Nephelium sp) 
Kerabat rambutan ini berbentuk pohon, yang ketinggiannya dapat mencapai 20 meter. Daun lebih besar di banding rambutan, permukaan daun mengkilat Buah berbentuk bulat, tanpa rambut. Daging buah tipis, dengan rasa manis. Daging buah sukar dilepas dari bijinya. 
Mata kucing (Nephelium malaiense) 
Tanaman ini dapat mencapai ketinggian sampai 20 meter. Daun majemuk, bentuk anak daun memanjang, lebih kecil dibanding rambutan ( panjang 13 cm, lebar 4,0 cm). Buah berbentuk bulat, kecil, berwarna kuning, tanpa rambut, rasanya manis. Bijinya berwarna coklat kemerahan. 
Babuku (Nephelium sp). 
Kerabat rambutan ini, mempunyai buah yang mirip dengan buah mata kucing, tapi ukurannya lebih besar. Mempunyai daun majemuk yang juga lebih besar dibanding mata kucing. 
Srikaya 
Srikaya tergolong kedalam divisio Spermatophyta, Sub Divisio Angiospermae, Klas Dicotyledoneae, Ordo Annonales, Famili Annonaceae, Genus Annona, Spesies Annona squamosa L. Buah ini tergolong kedalam tanaman perdu/ pohon, tinggi 2-7 m. Daun berbentuk elliptis, tepi rata. Bunga 1-2 berhadapan atau di samping daun. Buah majemuk, berbentuk bola. Kulitnya seperti sisik. Daging buah matang lembik, lepas bersama kulit buahnya, putih, manis. Biji hitam mengkilat. Kandungan vitamin C 35-42 mg/100 g. 
Mentega 
Buah mentega (bisbol) tergolong kedalam divisio Spermatophyta, Sub Divisio Angiospermae, Klas Dicotyledoneae, Ordo Ebenales, Famili Ebenaceae, Genus Diospyros dan Spisies Diospyros philippensisDesr.Gurke / Diospyros blancoi A.DC / Diospyros discarlon. Buah ini kedalam tanaman keras/ tahunan (paranual), berupa pohon (arbor), tinggi 7-15 m, berumah dua. Tajuk dan kanopinya rimbun, berbentuk bulat, kadang- kadang hampir menyerupai kerucut. Daun tunggal, duduk berseling. Helaian daun berbentuk bulat memanjang, tepi rata, seperti kulit. Bunga berwarna putih kekuningan, bau semerbak. Buah berbentuk bulat, dengan bulu halus seperti beludru, buah masak berbau tajam. Daging buah berwarna kuning muda, manis, kering dan menyegarkan. Biji berwarna coklat. Ada 2 jenis buah mentega yang ditemukan di Kalimantan, yang berwarna kuning dan berwarna merah.
Kandungan gizi Setiap 100 gram bagian yang dimakan mengandung 83,0-84,3 g air, 2,8 g protein, 0,2 g lemak, 11,8 g karbohidrat, 1,8 g serat, 0,4-0,6 abu, 46 mg Kalsium, 1,8 mg Phospor, 0,6 mg besi, 35 IU vitamin A, 0,02 mg Thiamin, 0,03 mg Riboflavin dan Niacin, 18 mg vitamin C, dan rata-rata energi yang dihasilkan adalah 332 kJ/100g. 
Rambai 
Rambai tergolong kedalam divisio Spermatophyta, Sub Divisio Angiospermae, Klas Dicotyledoneae, Ordo Euphorbiales, Famili Euphorbiaceae, Genus Baccaurea dan Spisies Baccaurea mutleana. Buah ini tergolong kedalam tanaman keras/tahunan (paranual), berupa pohon (arbor), tinggi 10 -20 m. Daun tunggal, bentuk memanjang. Buah lebat, bertangkai, berbentuk bulat, kulit buah berwarna putih kecoklatan. Daging buah berwarna putih bening, berair, dengan rasa manis. Biji gepeng, kecil yang lengkat dengan daging buah. Tanaman rambai cukup adaptif di lahan rawa, baik rawa pasang surut maupun lebak. Kacapuri Kerabat manggis ini berupa pohon, tinggi 6-20 meter. Daun tunggal, permukaan licin mengkilat. Bentuk buah bundar, buah muda berwarna hijau, berangsur-angsur kekuningan kalau matang. Kulit buah keras, tebal. Daging buah putih, transparan, tipis, dengan rasa manis kecut. Biji keras,coklat kehitaman, mengkilat.
Diambil dari tulisan Muhammad Saleh, Mawardi M., Eddy W. dan Dwi Hatmoko berjudul Determinasi dan morfologi Buah Eksotis Potensial Di lahan rawa dari Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa Banjarbaru 
 
Penulis sedang berada di kebun buah-buahan milik keluarga di Desa Inan, Kecamatan Paringin, Kabupaten Balangan, Kalsel 

Sedikit Tentang Pisang ————————— 
PISANG/musa spp…adalah tanaman buar berupa herba yg berasal dari kawasan di Asia Tenggara. Tanaman ini kemudian menyebar ke Afrika/Madagaskar,Amerika Selatan dan Tengah.
Jenis pisang dibagi menjadi tiga: 
1)Pisang yg dimakan buahnya tanpa dimasak yaitu M. Paradisiaca var sapientum,M. nana atau juga disebut M. cavendishii,M. sineosis.Misalnya pisang ambon,susu,raja,cavendish,barangan dan mas. 
2)Pisang yg dimakan setelah buahnya dimasak yaitu M. paradisiaca forma typicaatau disebut jg M. paradisiaca normalis.Misalnya pisang nangka,kepok dan tanduk. 
3)Pisang berbiji yaitu M. brachycarpa yg di Indonesia dimanfaatkan daunya.Misal pisang batu dan kluthuk. 
4)Pisang yg diambil seratnya misal pisang manila.
Pisang adalah buah yg sangat bergizi yg merupakan sumber vitamin,mineral,dan jg karbohidrat.Kulit pisang jg dpt digunakan untk membuat cuka melalui proses fermentasi alkohol dan asam cuka. 
Daun pisang bisa digunakan sebagai pembungkus aneka makanan tradisional.Batang pisang abaca diolah mnjd serat untk pakaian,kertas dll. 
Batang pisang yg telah telah dipotong kecil2 dan daun pisang bisa untk makanan ternak rumansia pada saat musim kemarau di wilayah yg rawan kekeringan.Secara tradisional,air umbi batang pisang kepok dimanfaatkan sbagai obat desentri dan pendarahan usus besar sedangkan air batang pisang digunakan sebagai obat penawar racun. Daun pisang tertentu di pakai sebagai bahan baku untuk uang kertas. Batang pisang dapat di pakai untuk kompres, dgn di tumbuk lalu sbg tampelan kompres pada anggota badan yg sakit. Tanaman pisang ini toleran akan ketinggian dan kekeringan.
Di Indonesia umumnya dpt tumbuh di dataran rendah sampai pegunungan setinggi 2000m dpl.Pisang ambon,nangka dan tanduk tumbuh baik sampai ketinggian 1000m dpl. 
Cara perbanyakan pisang menggunakan bonggol,anakan dan kultur jaringan. Bila memperbanyak menggunakan bonggol,bongkar pohon berikut bonggolnya dgn catatan mata tunas tidak boleh rusak.
Bonggol yg ada mata tunasnya dibelah dgn ukuran 10x10x10,masukan dlm air panas 55 derajat celcius selama 1 jam kemudian direndam di dalam larutan Perangsang Tumbuh Organik/PTO atau ZPT lainya selama 1 jam. Apabila menggunakan anakan,memilih tanaman yg sudah berbuah dan sehat,menyeleksi benih dgn ketinggian yg sama. Memperbanyak dgn kultur jaringan hanya dpt dilakukan di laboratorium.Keuntungan kultur jaringan adalah;mampu menghasilkan bibit dlm jumlah banyak,bermutu dan seragam dlm waktu singkat,sifat tanaman sama dgn induknya,kesehatan bibit lebih terjamin serta kecepatan tumbuh lebih cepat drpd yg konvensional/bonggol anakan. 

ANEKA PISANG DI KALSEL ———————————–
 

KALAU  INGIN BIBIT BUAH-BUAHAN KALIMANTAN I INI COBA HUBUNGI 1 SDR HAITONIAH   HP 081253946499 IBU SAIDAH            HP 081348254230

Sumber :
http://hasanzainuddin.wordpress.com/buah-khas-kalsel/