..Ibadah qurban itu berarti perlu disiapkan dengan beternak yg baik !

Selasa, 01 Januari 2013

Analisis Usaha Penggemukan Sapi Bali

 

Analisis Usaha Penggemukan Sapi Bali


Analisis usaha merupakan sebuah cara untuk mengetahui tingkat kelayakan suatu jenis usaha yang akan kita lakukan, menilai kelangsungan usaha, stabilitas, profitabilitas dari suatu usaha, sub usaha atapun proyek. Tindakan ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui seberapa tinggikah tingkat keuntungan yang dihasilkan dan berapa lamakah waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan biaya investasi maupun titik impasnya. Dengan mengetahui hal tersebut diatas, berbagai macam tindakan antisipasi dalam rangka untuk memperbaiki dan meningkatkan keuntungan juga dapat dilakukan apabila Anda melakukan tindakan analisa usaha ini. Proses analisa usaha dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode atau cara, nah seperti pada pembahasan artikel sebelumnya mengenai Metode Analisis Usaha, maka pada kesempatan ini saya akan mencoba belajar membuat sebuah analisis usaha penggemukan sapi bali.

KONSEP USAHA PENGGEMUKAN SAPI BALI
Konsep Usaha dalam Penggemukan sapi bali ini dilakukan dalam skup kelompok, dimana pengelolaan kegiatan usaha dilakukan oleh kelompok itu sendiri dengan diawasi dan di manage oleh pengurus kelompok, mulai dari pemberian pakan, pemeliharaan dan pengolahan limbah ternak.
Pola pembagian hasil dalam penggemukan sapi bali ini yakni dengan pola 70% : 30% dimana dari Keuntungan bersih 70% adalah Hak Petani sebagai pengelola dan 30% akan menjadi hak kelompok sebagai pemilik modal.

 
ASUMSI-ASUMSI USAHA PENGGEMUKAN SAPI BALI
Asumsi-Asumsi dalam Usaha Penggemukan Sapi Bali Adalah :
1. Lahan yang digunakan merupakan tanah pekarangan yang belum dimanfaatkan dan tidak diperhitungkan untuk sewa lahannya.
2. Sapi bakalan yang dipelihara sebanyak 10 Ekor jenis Pejantan Sapi Bali dengan harga awal Rp. 5.000.000/ekor dan berat badan lebih dari 300 kg/ekor.
3. Sapi dipelihara selama 6 bulan atau 180 Hari dengan penambahan berat badan sekitar 0,8 kg/ekor/hari.
4. Biaya Pembangunan Kandang Sebesar Rp. 10.000.000,-
5. Penyusustan kandang 20% Per tahun dengan demikian penyusutan untuk satu periode 10% dengan taksiran usia ekonomis 5 tahun
6. Sapi membutuhkan Vitamin dan obat-obatan sebesar Rp. 5.000/ekor/bulan
7. Peralatan kandang dibutuhkan sebesar Rp 500.000/tahun, dengan demikian untuk satu periode Rp. 250.000
8. Kotoran yang dihasilkan selama 1 periode sebanyak 20.917 kg kering dengan harga Rp. 1.000/kg
9. Bio Urine yang dihasilkan selama 1 periode sebanyak 27.000 Liter dengan harga Rp. 1.000/Liter
10. Pakan yang diperlukan untuk satu periode : HMT 40 kg x 30 x 180 x Rp.250 dan Konsentrat 3 kg x 30 x 180 x Rp. 4.000


ASPEK TEKSIS USAHA PENGGEMUKAN SAPI BALI
Dari Asumsi-asumsi diatas maka dapat kita tuangkan kedalam aspek teknis dalam usaha penggemukan sapi bali dalam kurun waktu 1 periode penggemukan, yakni 6 bulan atau 180 hari sebagai dasar analisis usaha penggemukan sapi bali.


ASPEK TEKNIS
USAHA PENGGEMUKAN SAPI BALI
( DALAM 1 PERIODE PENGGEMUKAN )
NO
KETERANGAN
JUMLAH
SATUAN
1
Pengadaan Sapi Bakalan :
A. Populasi Awal Penggemukan
10
Ekor
B. Harga Sapi Bali Bakalan
5.000.000
Rp/Ekor
C. Taksiran Bobot Awal Bakalan
300
Kg/Ekor
2
Periode Penggemukan :
A. Jumlah Bulan Penggemukan
6
Bulan
B. Jumlah Hari Penggemukan
180
Hari
3
Produksi Sapi Penggemukan :
A. Penambahan Bobot Ternak
0,8
Kg/Ekor/Hari
B. Bobot Tercapai dalam 1 periode
144
kg/Ekor
D. Bobot Akhir Ternak
444
Kg/Ekor
E. Harga Jual Sapi Penggemukan
20.000
Rp/Kg/ST
4
Pakan :
A. HMT (10% X Bobot Sapi)
40
Kg/Ekor/Hari
B. Konsentrat (1% X Bobot Sapi)
3
Kg/Ekor/Hari
C. Harga HMT
250
Rp/Kg
D. Harga Konsentrat
4.000
Rp/Kg
5
Obat-Obatan & Vitamin :
A. Biaya Obat-obatan dan Vitamin
5.000
Rp/ST/Bln
6
Biaya Lain-Lain :
A. Kebutuhan Listrik
1
Kwh/Hari
B. Biaya Listrik
1.000
Rp/Kwh
C. Kebutuhan Air
15
M3/Bln
D. Biaya Air
2.500
Rp/M3
7
Biaya Tenaga Kerja
30.000
Rp/HOK
8
Peralatan Kandang
500.000
Rp/Th
Penyusutan Peralatan (50%)
250.000
Rp/Periode
9
Produksi Pupuk :
A. Kotoran Basah (60% Tercerna)
16
Kg/Ekor/Hari
B. Produksi Kompos (Kadar Air = 24,21%)
5
Kg/Ekor/Hari
C. Harga Pupuk Kompos
1.000
Rp/Kg
E. Produksi Bio Urine Sapi
5
Liter/Ekor/Hari
F. Harga Bio Urine Sapi
1.000
Rp/Liter


ANALISIS KEUANGAN USAHA PENGGEMUKAN SAPI BALI
Dari Aspek teknis diatas maka dapat kami gambarkan aspek analisis keuangan dari penggemukan sapi bali dalam Periode I (6 Bulan) adalah sebagai berikut :


ANALISIS PENGGEMUKAN SAPI BALI
( Dalam 2 Periode)
NO
URAIAN
JML
SAT
HARGA (Rp)
JML. BIAYA (Rp)
A. BIAYA-BIAYA
1.
BIAYA INVESTASI
1. Bangunan Kandang (Kapasitas 10)
1
Unit
10.000.000
10.000.000
2. Bangunan Gudang Pakan
1
Unit
0
0
3. Peralatan Kandang
1
Paket
500.000
500.000
TOTAL BIAYA INVESTASI
10.500.000
2.
BIAYA VARIABEL
1. Pembelian Bibit Bakalan Sapi Bali
10
Ekor
5.000.000
50.000.000
2. Hijauan Makanan Ternak (HMT)
72.000
Kg
250
18.000.000
3. Konsentrat
5.400
Kg
4.000
21.600.000
5. Vitamin dan Obat-obatan
6
Bulan
300.000
1.800.000
6. Biaya Listrik
180
Kwh
1.000
180.000
7. Biaya Air
90
M3
2.500
225.000
TOTAL BIAYA VARIABEL
91.805.000
3.
BIAYA TETAP
Ongkos Tenaga kerja
24
HOK
30.000
720.000
Penyusutan Kandang 10%
10
%
10.000.000
1.000.000
Penyusutan Gudang Pakan 10%
10
%
0
0
Penyusutan Peralatan Kandang 50%
50
%
500.000
250.000
TOTAL BIAYA TETAP
1.970.000
TOTAL BIAYA-BIAYA ( B. VARIABEL+B. INVESTASI+B.TETAP)
104.275.000
B. PENERIMAAN
1. Penjualan Sapi (Target 400 Kg/Ekor)
4.440
Kg
20.000
88.800.000
2. Penjualan Pupuk Kompos
9.000
Kg
1.000
9.000.000
3. Penjualan Bio Urine
9.000
Liter
1.000
9.000.000
C. TOTAL PENERIMAAN
106.800.000
D. KEUNTUNGAN
2.525.000
E. B/C RASIO
1,024214817
 Keterangan :
Pada Periode Pertama Dengan Keuntungan yang sangat sedikit, mengingat adanya pembangunan aset kelompok yang cukup besar yakni pembangunan kandang koloni, namun untuk mengetahui cash flow analisi pada tahun selanjutnya dapat dilihat pada tabel cash flow dibawah


ANALISIS CASHFLOW PENGGEMUKAN SAPI BALI 
Analisis Cashflow merupakan gambaran sebuah investasi yang berjalan selama periode penggemukan berlangsung.

No
URAIAN
Tahun Ke
I
II
Periode I
Periode II
Periode I
Periode II
I
PENDAPATAN
1
Penjualan Sapi Potong
88.800.000
88.800.000
88.800.000
88.800.000
2
Penjualan Pupuk Kompos
9.000.000
9.000.000
9.000.000
9.000.000
4
Penjualan BIO-Urine
9.000.000
9.000.000
9.000.000
9.000.000
TOTAL PENDAPATAN
106.800.000
106.800.000
106.800.000
106.800.000
II
PENGELUARAN
A
BIAYA INVESTASI
1
Bangunan Kandang Koloni
10.000.000
0
0
0
2
Bangunan Gudang Pakan
0
0
0
0
3
Peralatan Kandangan
500.000
0
0
0
B
BIAYA TETAP
1
Pembelian Bibit Bakalan
50.000.000
50.000.000
50.000.000
50.000.000
2
Ongkos Tenaga kerja
720.000
720.000
720.000
720.000
3
Penyusutan Kandang (10%)
0
1.000.000
1.000.000
1.000.000
4
Penyusutan Peralatan (50%)
250.000
250.000
250.000
250.000
C
BIAYA VARIABEL
1
Biaya HMT
18.000.000
18.000.000
18.000.000
18.000.000
2
Konsentrat
21.600.000
21.600.000
21.600.000
21.600.000
4
Vitamin dan Obat-obatan
1.800.000
1.800.000
1.800.000
1.800.000
5
Biaya Listrik
180.000
180.000
180.000
180.000
6
Biaya Air
225.000
225.000
225.000
225.000
TOTAL PENGELUARAN
103.275.000
93.775.000
93.775.000
93.775.000
III
BENEFIT PER PERIODE
3.525.000
13.025.000
13.025.000
13.025.000
IV
BENEFIT PER TAHUN
16.550.000
26.050.000
V
ANALISIS-ANALISIS
1
DF = (P/F,12%,5)
0,8928
0,7971
2
Nilai Sekarang (PV)
14.775.840
20.764.455
3
(B/C) Ratio
1,08
1,14
4
NPV
85.422.277
Keterangan :
Mengingat Keterbatasan halaman maka kami bisa tampilkan Analisis Cashflow hanya pada periode yang ke IV pada tahun ke II, sedangkan pada tahun ke berikutnya hasilnya akan sama dengan tahun ke II, dan pada tahun ke IV maka kelompok sudah bisa melakukan pengembangan usaha berupa pembangunan kembali kandang koloni.
 
Sumber : http://kelompokternakpucakmanik.blogspot.com/2012/06/analisis-usaha-penggemukan-sapi-bali.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar