..Ibadah qurban itu berarti perlu disiapkan dengan beternak yg baik !

Rabu, 22 Februari 2012

Alat Tanam Padi

Alat Tanam Padi

Alat Tanam Padi atau Row Transplanter adalah merupakan alat Penanam bibit Padi dengan jumlah, kedalaman, jarak dan kondisi penanaman yang seragam. Dengan Alat Tanam Padi ini waktu Penanaman yang dilaksanakan oleh petani sangat efisien dan praktis.

Jika pada umumnya petani di Indonesia masih menanam secara manual dengan tenaga manusia.maka kehadiran Alat Tanam Padi atau Row Transplanter kami sangat banyak membantu para petani selain menghemat banyak tenaga juga tanpa harus menunggu tidak adanya banyak tenaga kerja hingga menyebabkan jadwal tanam padi mundur alias molor.

Dengan hanya 1 tenaga Kerja serta dibantu dengan Alat Tanam Padi atau Row Transplanter kami maka Tanam Padi terlaksana dengan cepat dan murah,jika anda tertarik simaklah Spesifikasi Alat Tanam Padi kami di bawah ini :

Alat Tanam PadiMODEL : SPD –Alat Tanam

SPESIFIKASI :
• Kekuatan : 1 orang
• Kapasitas Kerja : 0.3-0.4 ha/hari
• Kedalaman Penanaman : 3-5 cm
• Penempatan Tray : 1.0/1.3 cm
• Ketinggian Air Sawah : 1-5 cm
• Berat : 20 kg
• Dimensi -Panjang : 85 cm -Lebar : 125 cm
• Bahan Konstruksi : Besi dan Kayu
• Persiapan Penanaman
-Ukuran bedeng semai/ha : 1.2 m x 45 m
-Kebutuhan benih/ha : 30-40 kg

Sumber : http://www.sabas.co/2012/01/wwwhasilbumicom.html

Teknologi Fermentasi Kulit Kakao Untuk Pakan Ternak

Teknologi Fermentasi Kulit Kakao Untuk Pakan Ternak

Sumber Gambar: http://www.google.co.id
Kulit buah kakao dapat dijadikan sumber pakan ternak, namun pemanfaatan kulit buah kakao sebagai pakan ternak belum banyak dilakukan karena kualitasnya relatif kurang baik. Untuk meningkatkan kualitas kulit kakao sebagai pakan ternak, maka dapat dilakukan fermentasi sebelum diberikan pada ternak.

Kandungan protein pada kulit kakao segar hanya sekitar 8%, namun melalui fermentasi kandungan protein dapat meningkat menjadi sekitar 13-15% atau setara dengan pakan konsentrat berkualitias baik. Kulit buah kakao fermentasi dapat digunakan sebagai pakan substitusi sebesar 5-15% pada ransum ternak dan dapat meningkatkan kenaikan berat badan sapi potong sampai 1,3 kg/ekor/hari. Kulit buah kakao fermentasi dapat diberikan dalam bentuk segar setelah proses fermentasi (5-6 hari) atau dalam bentuk tepung setelah dikeringkan.

Teknologi fermentasi kulit kakao untuk pakan ternak telah dilakukan di Sumatera Barat untuk pemberian kulit kakao fermentasi (KKF) segar pada sapi potong sebanyak 5 kg/ekor/hari. Pada sapi Simental yang memiliki berat badan yang lebih besar, konsumsi KKF mencapai 8 kg/ekor/hari dengan tingkat pertambahan bobot badan sebesar 1,3 kg/ekor/hari. Teknologi fermentasi ini secara signifikan mampu mengurangi penggunaaan konsentrat. Namun demikian, sebaiknya pemberian KKF dicampur dengan dedak padi sekitar 1 kg/ekor/hari. Tingginya tingkat kemanfaatan inovasi ini, membuka peluang untuk dikembangkan secara luas.

Sumber: Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian,2011
Yanovi Hendri Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Barat

Sumber : http://cybex.deptan.go.id/penyuluhan/teknologi-fermentasi-kulit-kakao-untuk-pakan-ternak


Minggu, 19 Februari 2012

Dayak Perbatasan Andalkan Potensi Perkebunan

Dayak Perbatasan Andalkan Potensi Perkebunan

Calon Kabupaten Bumi Dayak Perbatasan (KBDP) yang terdiri dari Kecamatan Sebuku, Kecamatan Sembakung, Kecamatan Lumbis, Kecamatan Tulin Onsoi dan Kecamatan Lumbis Ogong mengandalkan potensi perkebunan untuk mengangkat kesejahteraan masyrakatnya.


Jika pemerintah pusat menyetujui pembentukan KBDP, daerah ini akan menggenjot perkebunan rakyat untuk meningkatkan pereknomian di daerah itu disamping potensi sumber daya alam minyak, gas dan batu bara yang banyak terkandung di perut bumi wilayah itu.


Anggota DPRD Nunukan asal Kecamatan Lumbis Hermanus mengatakan, daerah ini memiliki lahan yang begitu luas yang dapat dikembangkan untuk perkebunan.


“Tapi sebenarnya yang terpenting dengan pemekaran ini, pelayanan pemerintah bisa menjangkau warga di lima kecamatan yang tergabung di dalamnya,” ujarnya, Rabu (15/2/2012) usai paripurna persetujuan DPRD Nunukan terhadap pembentukan Kota Sebatik dan KBDP.


Sesuai tujuannya, daerah otonom harus bisa mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Pembentukan KBDP diharapkan bisa menjawab hal itu dengan tujuan akhir dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Diakui pembentukan daerah otonom baru ini merupakan aspirasi yang disampaikan masyarakat. Jika dimasa lalu warga setempat menolak bergabung dengan Kabupaten Tana Tidung (KTT), hal itu lebih disebabkan pada pertimbangan sosiologis. Masyarakat lebih menginginkan membentuk daerah otonom sendiri dengan rentang kendali yang lebih dekat, ketimbang harus bergabung dengan KTT.


Atas desakan pemekaran ini, anggota DPRD Nunukan yang berasal dari wilayah lima kecamatan itu sepakat mendorong terbentuknya daerah otonom tersebut. Apalagi dilihat dari potensi yang ada, wilayah itu sudah memenuhi persyaratan untuk menjadi kabupaten.


Luas wilayah calon KBDP mencapai sekitar 9.000 kilometer persegi atau lebih separuh dari wilayah Kabupaten Nunukan yang mencapai
14.493 kilometer persegi.


“KTT saja cuma sekitar 4.000 kilometer persegi. Sementara Kota Sebatik mencapai 200 kilometer persegi. Jadi secara luas wilayah sudah mendukung.


Dari segi potensi perekonomian daerah itu sangat potensial, kemudian dari sisi aspek wilayah strategis nasional ada dua wilayah di sini yang juga berbatasan dengan Malaysia,” ujar politisi PPRN yang juga Sekretaris Presidium Pembentukan KBDP ini.


Persetujuan pembentukan KBDP yang disepakati DPRD Nunukan dalam rapat paripurna hari ini menjadi pintu awal untuk menuju ke tahapan lebih lanjut. Hermanus mengatakan, selanjutnya Bupati Nunukan memberikan persetujuan berdasarkan PP 78/2007 tentang Tata Cara Pembentukan, Penghapusan dan Penggabungan Daerah.


“Maka kita harapkan juga nanti dalam kajian dilakukan secara kolektif walaupun ada dua pemekaran. Jadi Kota Sebatik dan Kabupaten Bumi Dayak Perbatasan akan dikaji bersama,” ujarnya.

Sumber : http://kaltim.tribunnews.com/2012/02/15/dayak-perbatasan-andalkan-potensi-perkebunan

Anggrek Hitam Krayan Harus Diselamatkan

Anggrek Hitam Krayan Harus Diselamatkan

Pa’ Remayo di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan menyimpan anggrek hitam (Coelogyne pandurata) yang merupakan spesies dilindungi dari kepunahan. Anggrek tersebut harus segera diselamatkan sekaligus menjadikannya daya tarik bagi wisatawan.


Asbudi Salam, salah seorang penyuluh pertanian lapangan (PPL) muda Nunukan mengatakan, kegiatan perlindungan anggrek alam sebagai organisme yang terancam punah dan habitat anggrek hitam dapat dijadikan salah satu tujuan program alternatif dalam mengembangkan pola wisata ekologis (ecotourism).


Hadirnya Pa’ Remayo sebagai ecotourism lebih menitikberatkan pada solusi untuk program regenerasi dan rehabilitasi anggrek alam dalam upaya mendukung konservasi anggrek secara langsung.


Guna menjaga keberlangsungan populasi anggrek hitam, masyarakat lokal harus dilibatkan. Pengembangan keterlibatan masyarakat lokal dalam kegiatan konservasi anggrek ini akan menjadi kelompok yang mandiri dalam pengelolaan pelestarian anggrek di wilayahnya.


Anggrek alam ini nantinya dikembangkan melalui proses budidaya untuk menjadi komoditas unggulan dalam paket wisata ekologis.


Ia mengatakan, Pa’ Remayo merupakan salah satu obyek wisata yang sangat indah dalam kawasan Taman Nasional Kayan Mentaran (TNKM). Kawasan itu menyimpan keanekaragaman flora di antaranya anggrek hitam, pakis, rotan, kayu agathis dan aneka jenis tumbuhan obat seperti pasak bumi dan tumbuhan penawar racun yang oleh masyarakat setempat disebut temawar. Di sana juga terdapat berbagai spesies burung dan mamalia khas Kalimantan seperti, monyet, babi hutan, landak, rusa, dan lebah madu hutan.


Selain itu TNKM juga memiliki air terjun bertingkat Pa’ Remayo di daerah Krayan Hilir. Selama ini air terjun tersebut selain dimanfaatkan masyarakat Krayan sebagai tujuan wisata di hari libur, juga dimanfaatkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).


“Potensi yang dimiliki air terjun ini sedemikian besar peluangnya untuk memberikan keuntungan ekonomi dan sosial – budaya bagi masyarakat Krayan sehingga daerah ini sangat sesuai dijadikan obyek wisata ekologi atau hutan wisata,” ujarnya.


Ia mengatakan, dunia pariwisata menjadi sangat penting karena merupakan salah satu komoditas unggulan daerah dalam menunjang pergerakan perekonomian di tingkat bawah, baik skala daerah maupun nasional.


Selain mampu memberi income langsung kepada pemda setempat, sektor pariwisata secara langsung maupun tak langsung memberi imbas pada pergerakan aktivitas ekonomi masyarakat, terutama di sekitar kawasan obyek wisata.


Saat ini pola kepariwisataan domestik mulai banyak melirik pada obyek wisata yang menawarkan khasanah keindahan alam yang jauh dari kebisingan kota dan berkesan natural namun tetap menunjukan nilai nilai pelestarian ekologis.


Dalam hal ini air terjun Pa’ Remayo memiliki potensi tersebut. Karena itu, kepariwisataan kemudian berkembang munuju pola wisata ekologis dan wisata minat khusus atau special interest tourism. Kedua pola wisata ini dinilai menjamin tetap terpeliharanya keberadaan obyek dan daya tarik wisata alam pada khususnya.

Sumber: http://kaltim.tribunnews.com/2012/02/17/anggrek-hitam-krayan-harus-diselamatkan

Bupati Nunukan Janjikan Hand Tractor dan Rekrut Alumni SMK

Bupati Nunukan Janjikan Hand Tractor dan Rekrut Alumni SMK


hand_tractor.jpg








Bupati Nunukan Basri menjanjikan memberikan bantuan hand tractor yang dapat digunkan untuk praktik lapangan bagi p ara siswa di SMK Pertanian Krayan di Long Bawan. Ia meminta pihak sekolah menyampaikan proposal agar usulan pengadaan hand tractor dapat ditindaklanjuti.

Basri juga menjanjikan akan merekrut alumni SMK di Krayan untuk dipekerjakan sebagai penyuluh pertanian lapangan (PPL). Sebelumnya janji serupa juga disampaikan Basri dihadapan guru SMK Negeri 1 Nunukan baru-baru ini.

“Nanti saya akan kirimkan hand tractor ke sana. Saya ingin anak-anak sekolah di sana benar-benar bisa mempraktikkan cara-cara menanam padi yang benar di sana,” ujarnya.

Sebagai Ketua Dewan Ketahanan Pangan kabupaten Nunukan, Basri bertekad meningkatkan produksi padi di daerah ini. Ia akan memberdayakan para lulusan SMK dibidang pertanian untuk menggenjot peningkatan produksi padi. Apalagi Kecamatan Krayan memiliki padi organik Adan yang sudah mendapatkan sertifikat indikasi geografis.

“Nanti mereka saya rekrut jadi PPL. Di Krayan berapa tahun kedepan susah cari petani karena jumlah petani semakin berkurang. Makanya PPL ini akan kita berdayakan,” ujarnya.

Diungkapkan, dalam kunjungannya ke Krayan beberapa pekan lalu, ia sudah menerima sejumlah masukan yang terkait dengan pengembangan SMK Krayan.

Persoalan itu diantaranya menyangkut jumlah tenaga pengajar yang masih jauh dari cukup.Dari 76 siswa yang belajar di sekolah itu, jumlah pengajar yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) hanya lima guru. Selebihnya harus direkrut tenaga honorer sekolah.

Selain itu gedung sekolah telah selesai dibangun namun belum bisa digunakan karena meubelair hingga kini belum tuntas.

Sekolah itu juga memiliki lahan yang begitu luas mencapai 12 hektare. Sebagian lahan dapat digunakan untuk praktik bertanam padi. Hanya saja tanpa didukung peralatan praktik yang memadai, mereka hanya bisa praktik apa adanya. Seharusnya SMK lebih banyak praktik daripada teori, namun faktanya mereka harus lebih banyak menerima teori karena peralatan praktik yang tidak mendukung.

“Semua persoalan-persoalan itu akan saya bawa rapat khusus. Saya akan panggil Kepala Dinas Pendidikan untuk membicarakan persoalan ini,” ujarnya.

Sumber : http://kaltim.tribunnews.com/2012/02/17/bupati-nunukan-janjikan-hand-tractor-dan-rekrut-alumni-smk

Sabtu, 11 Februari 2012

Nilam tumbuh subur dan siap panen di Sebatik


Tanaman untuk Atasi Batuk


Tanaman untuk Atasi Batuk
  • Yuk Cari Tahu Tanaman untuk Atasi Batuk

Batuk bukan merupakan penyakit, tetapi merupakan gejala suatu penyakit. Batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh untuk membersihkan saluran pernafasan.

Obat batuk yang biasa digunakan adalah yang mengandung antitusif, dekongestan, ekspektoran atau kombinasi. Untuk pengobatan selain obat konvensional juga bisa dengan pengobatan herbal.

Permasalahan yang dihadapi adalah masih belum banyaknya data yang tersedia berkaitan dengan mekanisme herbal dalam mengatasi batuk. Abdul Mun'im, MSi, PhD dari Program Pascasarjana Herbal Departemen Farmasi FMIPA UI saat peluncuran OB Herbal Junior di Jakarta, Kamis (9/2/2012) mengungkapkan beberapa temuan mengenai tanaman yang bisa mengatasi batuk, baik secara tradisional maupun melalui penelitian ilmiah.

Berikut beberapa tanaman yang bisa digunakan untuk mengatasi batuk:
1. Rimpang Jahe (Zingebris Rhizoma)
Jahe dan sediaannya telah lama digunakan untuk pengobatan gejala flu. Efek tersebut dihubungkan dengan aktivitasnya sebagai imunomodulator. Selain itu beberapa senyawa yang terkandung di dalam Jahe dapat bermanfaat meningkatkan suhu tubuh. Uji klinis pada Jahe lebih banyak digunakan sebagai anti mual dan muntah.

Yuk Cari Tahu Tanaman untuk Atasi Batuk

2. Daun Mint (Menthae Folia)
Efek anti batuk: Sebagai ekspektoran. Minyak atsiri menstimulasi mukosa saluran pernafasan; meningkatkan atau mengencerkan sekresi lendir; memberikan rasa dingin; serta menurunkan tegangan permukaan paru-paru sehingga memperbaiki aliran udara yang masuk. Efek lain dari Daun Mint: Sebagai anti mikroba.

3. Rimpang Kencur (Kaemferaie Rhizoma)
Manfaat utama adalah mengatasi gangguan saluran pernafasan. Data efektifitas untuk gangguan pernafasan umumnya masih pada hewan coba. Penggunaan pada aromaterapi: untuk relaksasi, karminatif dan sedative. Penggunaan lain: Kosmetik di kulit. Aktifitas: Etil sinamat, asorelaksasi.

4. Buah Jeruk Nipis (Citrus Aurantii Fructus)
Penggunaan Jeruk Nipis untuk batuk lebih banyak dilakukan secara empiris. Manfaat kandungan Minyak atsiri: Sebagai aroma terapi pada saluran pernafasan. Manfaat kandungan Vitamin C : Dapat dihubungkan dengan aktivitasi munomodulator. Penelitian klinis saat ini untuk ekstrak terstandar (Sineprin) lebih banyak digunakan untuk mengontrol berat badan.

5. Herba Timi (Thymi Herb)
Thymi merupakan salah satu tanaman yang sudah lama digunakan sebagai antibatuk. Efek utama sebagai ekspektoran dan antis pasmodik. Aktivitas ini diduga terkait kandungan Minyak Atsiri (timol dan karvakrol), serta flavonoid. Pemberian minyak thimi secara oral dan intra muscular pada hewan coba, memperlihatkan stimulasi saluran pernapasan. Dalam uji klinik acak tersamar ganda pada 60 pasien keluhan batuk produktif. Penggunaan Sirup Thimi (3x10mL/hari) selama 5 hari, terbukti memberikan efek tidak berbeda nyata dengan bromheksin.

6. Biji Pala (Myristicae Semen)
Kandungan utama Biji Pala adalah minyak Atsiri. Penggunaan Biji Pala yang telah didukung kajian ilmiah adalah sebagai zat penenang dan karminatif. Penelitian pada hewan membuktikan Biji Pala dapat meningkatkan durasi waktu tidur.

7. Akar Manis (Glycyrrhizae Radix)
Akar Manis merupakan bahan baku utama untuk OBH (Obat Batuk Hitam). Perkembangan Obat Batuk Hitam kini dikombinasi dengan obat konvensional. Kandungan utama Akar Manis adalah Glisirisin.

Sumber : http://id.she.yahoo.com/yuk-cari-tahu-tanaman-untuk-atasi-batuk-021512901.html