..Ibadah qurban itu berarti perlu disiapkan dengan beternak yg baik !

Selasa, 01 Januari 2013

Analisis Usaha Pembibitan Sapi Bali

 

Analisis Usaha Pembibitan Sapi Bali


Selayaknya usaha penggemukan sapi bali pada pembahasan artikel sebelumnya, maka dalam dunia usaha pembibitan sapi bali sangatlah perlu juga dilakukan sebuah analisis sebagai bentuk kajian terhadap sebuah usaha pembibitan sapi bali, apakah kiranya usaha tersebut akan mendatangkan keuntungan atau malah impas atau bahkan menelan pil pahit sebuah kerugian yang nilainya amat besar...!, untuk itu kami kelompok tani ternak pucak manik berusaha melakukan sebuah analisis usaha, selayaknya metode yang telah dibahas sebelumnya dalam artikel Metode Analisis Usaha.

KONSEP USAHA PEMBIBITAN SAPI BALI
Konsep Usaha yang akan dikembangkan adalah usaha pembibitan sapi bali, dengan berbasis usaha kelompok dengan menggunakan sample dari program SIMANTRI, dimana dalam program tersebut kelompok mendapatkan Bantuan Sosial (Bansos) dalam pengembangan usaha, dalam hal ini semua bentuk bansos dari pemerintah kepada kelompok akan tetap dihitung sebagai modal kelompok, dan pengelolaannya dilakukan secara bersama-sama anggota kelompok dengan di koordinir oleh pengurus kelompok, dengan pola bagi hasil sesuai dengan aturan (awig) yang telah di tetapkan bersama.

ASUMSI-ASUMSI USAHA PEMBIBITAN SAPI BALI
Asumsi-Asumsi dalam Usaha Pembibitan Sapi Bali Adalah :
1. Lahan yang digunakan merupakan tanah pekarangan yang belum dimanfaatkan dan tidak diperhitungkan untuk sewa lahannya.
2. Sapi bibit yang dipelihara sebanyak 20 ekor jenis bibit Sapi Bali dengan harga awal Rp. 4.000.000/ekor dan sapi sudah bunting atau siap kawin, dipakai sebagai bibit selama 5 tahun atau 5x beranak dengan asumsi sapi dipelihara selama 1 tahun dan menghasilkan 1 ekor pedet.
3. Biaya Pembangunan Kandang Sebesar Rp. 25.000.000,00 dengan usia ekonomis selama 10 tahun dan dihitung biaya penyusutan 10% pertahun menetap.
4. Biaya Pembangunan Gudang Pakan Sebesar Rp. 8.000.000,00
5. Biaya Pembangunan Gudang Kompos Sebesar Rp. 8.000.000,00
6. Biaya Pembangunan Unit Bio Urine Sebesar Rp. 8.500.000,00
7. Peralatan usaha dibutuhkan sebesar Rp 250.000/tahun,
8. Jasa Petugas IB Rp. 50.000,-/Straw dengan asumsi sekali IB langsung Bunting, dengan prosentase mortalitas kelahiran pedet jantan dan betina = 50:50 (%)
9. Sapi membutuhkan Vitamin dan obat-obatan sebesar Rp. 10.000/ekor/Bulan
10. Kotoran yang dihasilkan selama 1 periode sebanyak 36.000 kg kering dengan harga Rp. 1000/kg
11. Bio Urine yang dihasilkan selama 1 periode sebanyak 36.000 Liter dengan harga Rp. 500/Liter
12. Diberi Pakan Tambahan berupa mineral : 1 kg x 20kor x 12 bulan dengan harga Rp. 5.000/Kg
13. Tidak membebankan biaya pakaan, mengingat pakan diberikan langsung oleh anggota yang memelihara sapi tersebut.

14. Biaya pembangunan biogas tidak dihitung.
15. Biaya-biaya investasi diperoleh dari bantuan program pemerintah sebagai modal awal dengan asumsi tanpa pengembalian baik pokok dan bunga modal.
16. Biaya-biaya investasi ditaksir dengan usia ekonomis selama 10 tahun dan dihitung biaya penyusutan 10% pertahun menetap.


ASPEK TEKSIS USAHA PEMBIBITAN SAPI BALI
Dari Asumsi-asumsi diatas maka dapat kita tuangkan kedalam aspek teknis dalam usaha Pembibitan sapi bali.


ASPEK TEKNIS
USAHA PEMBIBITAN SAPI BALI
NO
KETERANGAN
JUMLAH
SATUAN
1
Pengadaan Sapi Bakalan :
A. Populasi Awal Pembibitan
20
Ekor
B. Harga Beli Bibit Sapi Bali
4.000.000
Rp/Ekor
2
Periode Pembibitan :
A. Jumlah Bulan Pembibitan
12
Bulan
B. Jumlah Hari Pembibitan
360
Hari
3
Produksi Sapi Pembibitan :
A. Penjualan Pedet Umur 6 Bulan
3.000.000
Rp/Ekor
B. Harga Jual Induk Sapi Setelah 5x Beranak
5.000.000
Rp/Ekor
4
Produksi Pupuk :
A. Produksi Kotoran Basah (60% Pakan Tercerna)
16
Kg/Ekor/Hari
B. Produksi Kompos (Kadar Air = 24,21%)
5
Kg/Ekor/Hari
C. Harga Pupuk Kompos
1.000
Rp/Kg
E. Produksi Bio Urine Sapi
5
Liter/Ekor/Hari
F. Harga Bio Urine Sapi
500
Rp/Liter
5
Biaya Penyusutan Usia Ekonomis 5 tahun
A. Peny. Bangunan Kandang (10%/Tahun)
2.500.000
Rp/Th
B. Peny. Bangunan Gudang Pakan Ternak (10%/Tahun)
800.000
Rp/Th
C. Peny. Bangunan Gudang Kompos (10%/Tahun)
800.000
Rp/Th
D. Peny. Bangunan Bio urine (10%/Tahun)
850.000
Rp/Th
E. Peny. Peralatan Kandang (100%)
250.000
Rp/Th
6
Pakan, Obat, Vaksin dan Vitamin :
A. Konsumsi HMT (10% X Bobot Sapi)
40
Kg/Ekor/Hari
B. Konsumsi Mineral (1kg/ekor/bulan)
1
Kg/Ekor/Bln
C. Harga HMT
500
Rp/Kg
D. Harga Mineral
5.000
Rp/Kg
E. Biaya Obat-obatan dan Vitamin
5.000
Rp/Ekor/Bln
F. Biaya JASA IB
50.000
Rp/Ekor/Thn
7
Biaya Lain-Lain :
A. Kebutuhan Listrik
0,2
Kwh/Hari
B. Biaya Listrik
1.000
Rp/Kwh
C. Kebutuhan Air
20
M3/Bln
D. Biaya Air
5.000
Rp/M3

ANALISIS KEUANGAN USAHA PEMBIBITAN SAPI BALI
Dari Aspek teknis diatas maka dapat kami gambarkan aspek analisis keuangan dari Pembbibitan sapi bali adalah sebagai berikut :
ANALISIS PEMBIBITAN SAPI BALI
( PERIODE 1 Tahun Pembibitan)
NO
URAIAN
JML
SAT
HARGA (Rp)
JML. BIAYA (Rp)
A. BIAYA-BIAYA
1.
BIAYA INVESTASI
1. Bangunan Kandang (Kap. 20)
1
Unit
25.000.000
25.000.000
2. Bangunan Gudang Pakan
1
Unit
8.000.000
8.000.000
3. Bangunan Gudang Kompos
1
Unit
8.000.000
8.000.000
4. Bangunan Pengolah Bio-Urine
1
Unit
8.500.000
8.500.000
5. Peralatan Kandang
1
Paket
250.000
250.000
TOTAL BIAYA INVESTASI
49.750.000
2.
BIAYA VARIABEL
1. Pembelian Bibit Sapi Siap Bunting
20
Ekor
4.000.000
80.000.000
2. Biaya HMT
250
Kg
288.000
3. Mineral
20
Kg
5.000
100.000
4. Vitamin dan Obat-obatan
12
Bulan
20.000
240.000
5. Biaya Listrik
72
Kwh
1.000
72.000
6. Biaya Air
240
M3
2.500
600.000
7. Jasa Petugas IB
20
ekor
50.000
1.000.000
TOTAL BIAYA VARIABEL
82.012.000
3.
BIAYA TETAP
1. Penyusutan Kandang
10%
%/thn
25.000.000
2.500.000
2. Penyusutan Gudang Pakan
10%
%/thn
8.000.000
800.000
3. Penyusutan Gudang Kompos
10%
%/thn
8.000.000
800.000
4. Penyusutan Bio Urine
10%
%/thn
8.500.000
850.000
5. Penyusutan Peralatan Usaha
100%
%/thn
250.000
250.000
TOTAL BIAYA TETAP
5.200.000
TOTAL BIAYA-BIAYA ( B. VARIABEL+B. INVESTASI+B.TETAP)
136.962.000
B. PENERIMAAN
1. Penjualan Pedet Usia 5 Bulan
20
ekor
3.500.000
70.000.000
2. Penjualan Induk Setelah 5x Beranak
20
ekor
6.000.000
120.000.000
2. Penjualan Pupuk Kompos
36.000
Kg
1.000
36.000.000
3. Penjualan Bio Urine
36.000
Liter
1.000
36.000.000
C. TOTAL PENERIMAAN
262.000.000
D. KEUNTUNGAN
125.038.000
E. B/C RASIO
1,912939355

ANALISI CASHFLOW USAHA PEMBIBITAN SAPI BALI
Analisis cashflow ini menggambarkan nilai investasi yang telah dilakukan berikut keuntungan/kerugian yang telah diperoleh oleh kelompok
No
URAIAN
Tahun Ke
I
II
III
IV
V
I
PENDAPATAN
1
Penjualan Induk
0
0
0
0
120.000.000
2
Penjualan Pedet
70.000.000
70.000.000
70.000.000
70.000.000
70.000.000
2
Penjualan Pupuk
36.000.000
36.000.000
36.000.000
36.000.000
36.000.000
4
Penjualan BIO-Urine
36.000.000
36.000.000
36.000.000
36.000.000
36.000.000
TOTAL PENDAPATAN
142.000.000
142.000.000
142.000.000
142.000.000
262.000.000
II
PENGELUARAN
A
BIAYA INVESTASI
1
Bangunan Kandang Koloni
25.000.000
0
0
0
0
2
Bangunan G. Pakan
8.000.000
0
0
0
0
3
Bangunan G. Kompos
8.000.000
0
0
0
0
4
Bangunan Bio Urine
8.500.000
0
0
0
0
5
Peralatan Kandangan
250.000
0
0
0
0
B
BIAYA TETAP
1
Pembelian Bibit Sapi
80.000.000
0
0
0
0
3
Penyusutan Kandang
0
2.500.000
2.500.000
2.500.000
2.500.000
4
Penyusutan G. Pakan
0
800.000
800.000
800.000
800.000
5
Penyusutan G. Kompos
0
800.000
800.000
800.000
800.000
6
Penyusutan Bio Urine
0
850.000
850.000
850.000
850.000
7
Penyusutan Peralatan
0
250.000
250.000
250.000
250.000
C
BIAYA VARIABEL
1
HMT
0
0
0
0
0
2
Mineral
100.000
100.000
100.000
100.000
100.000
3
Jasa Petugas IB
1.000.000
1.000.000
1.000.000
1.000.000
1.000.000
4
Vitamin dan Obat-obatan
240.000
240.000
240.000
240.000
240.000
5
Biaya Listrik
72.000
72.000
72.000
72.000
72.000
6
Biaya Air
600.000
600.000
600.000
600.000
600.000
TOTAL PENGELUARAN
131.762.000
7.212.000
7.212.000
7.212.000
7.212.000
IV
KEUNTUNGAN PER TAHUN
10.238.000
134.788.000
134.788.000
134.788.000
254.788.000
V
ANALISIS-ANALISIS
1
DF = (P/F,12%,5)
0,8928
0,7971
0,7117
0,6355
0,5672
2
Nilai Sekarang (PV)
9.140.486
107.439.515
95.928.620
85.657.774
144.515.754
3
(B/C) Ratio
0,07
0,95
0,95
0,95
0,97
4
NPV
442.766.440
 
KESIMPULAN
Bahwa dalam usaha pembibitan sapi bali apabila dilakukan dalam skup kelompok akan diperoleh nilai keuntungan yang besar dengan B/C Ratio di tahun pertama 0,07 mengingat biaya investasi di tahun pertama yang sangat besar dan pada tahun-tahun berikutnya akan diperoleh B/C Ratio sebesar 0,95.
Akan tetapi jika kita membebankan biaya HMT pada modal selayaknya skala usaha yang bukan berbasis kelompok maka pada tahun I (Pertama) akan mengalami kerugian, dan di tahun ke berikutnya baru memperoleh keuntungan dengan.
Dengan tetap memperhitungkan Bansos sebagai modal dingin dengan perhitungan penyusutan maka pada usia kelompok yang ke 10 tahun, maka kelompok sudah bisa mengembangkan lagi usahanya 2x lipat dengan asusmsi mengabaikan keuntungan tahun-tahun sebelumnya sebagai modal. 

Sudah selayaknya kelompok usaha pembibitan sapi bali memperoleh sebuah INSENTIF baik berupa insentif sapi betina produktif dari pemerintah, mengingat Program Penyelamatan Sapi baik dalam mendukung penyelamatan Plasmanutfah genetik sapi bali maupun mendukung swasembada daging sapi 2014 mendatang, mengingat nilai keuntungan di tahun I (pertama) yang sangat kecil dibandingkan usaha jasa contohnya usaha jasa pembuatan web desingn, usaha jasa service computer, usaha jasa cleaning service maka tidak heran para generasi muda kita meninggalkan pertanian di kampung halamannya.
 
Sumber : http://kelompokternakpucakmanik.blogspot.com/2012/06/analisis-usaha-pembibitan-sapi-bali.html

Mengenal Peternakan Modern

Mengenal Peternakan Modern


Jika kemarin kita telah Mengenal Alat Tradisional Pertanian di bali, dan Mengenal Ragam HMT untuk Ternak Sapi maka hari ini kami akan mangajak Mengenal Peralatan Peternakan Modern dalam penyediaan pakan ternak mereka. Jauh di Luar Negeri sana (Inggris, Australia dan Amerika) Pertanian dan Peternakan disana telah memanfaatkan teknologi modern dalam pengelolaan pertanian dan peternakan mereka. Mekanisasi dalam dunia Peternakan dengan menggunakan mesin-mesin canggih, traktor canggih dan beberapa peralatan canggih lainnya dalam penyediaan pakan ternak mereka.
Peternakan yang dikelola secara modern ini dengan memiliki ribuan ekor ternak sudah tentu memerlukan pakan ternak dalam jumlah yang sangat besar, namun bagi peternak disana kesulitan pakan bukan merupakan masalah yang besar bagi mereka, manajement peternakan mereka sudah sangat Mulai dari dari sektor hulu hingga hilir.

Disektor Hulu dalam penyediaan pakan ternak, petani disana memiliki ladang rumput yang sangat luas, nah untuk mengelola ladang rumput ini tentu tidak bisa dikelola hanya dengan menggunakan tenaga manusia, tenaga mesin alias mekanisasi pertanian dengan sentuhan teknologi yang modern dan canggih, sehingga dengan alat pertanian ini akan meminimalisasi tenaga kerja manusia.

Dalam Penyediaan pakan ternak, pengelolaan peternakan disana juga menerapkan pola menabung pakan ternak disaat pakan berlimpah baik dengan mengolah pakan dalam bentuk SILASE maupun HAY. Nah untuk mengenal lebih lanjut mengenai proses pemanenan rumput hingga menjadi Silase dan Hay yang siap menjadi pakan ternak kita lihat lebih lanjut sebagai berikut :

Untuk melakukan proses pemanenan rumput biasanya dilakukan sekitar bulan juli, yakni ditandai dengan rumput yang sudah hampir keluar bunga, maka disiapkanlah sebuah alat berat yakni mesin pemotong rumput, yang mampu memotong rumput dengan rapi. 


Hasil potongan rumput tersebut kemudian dikumpulkan dengan alat berat yang bernama rotary rakes, pada mesin tersebut terdapat bebrapa buah menyerupai garpu yang berputar, yang berfungsi untuk mengumpulkan rumput yang telah dipotong.

Potongan rumput ini bisa dimanfaatkan sebagai HAY maupun SILASE, untuk proses hay, maka rumput akan dibiarkan dulu mengering, baru kemudian di gulung dan dikemas. Sedangkan untuk proses SILASE maka rumput tersebut akan langsung digulung dengan  alat ROLLPROFI round balers. 

Seperti Pada gambar diatas, gulungan-gulungan rumput tersebut merupakan gulungan rumput yang telah dipotong tadi, gulungan tersebut sangat padat sekali, hampir tidak bisa udara masuk kedalam gulungan tersebut.

Dari hasil gulungan rumput, selanjutnya akan diangkat dengan mesin, untuk kemudian diangkut oleh truk-truk besar/trailer untuk dikumpulkan dalam suatu tempat pengolahan selanjutnya.

Setelah Semua terkumpul gulungan rumput tersebut, maka rumput tersebut sebelum disimpan, akan dimasukkan kedalam kantong pelastik tebal, dengan tujuan untuk menghindari masuknya bakteri yang tidak di inginkan dalam proses pembuatan silase ini, dengan demikian maka pakan ternak akan disimpan kedalam gudang pakan ternak, untuk selanjutnya akan diberikan kepada ternak-ternak yang jumlahnya begitu banyak. 

Inilah sapi-sapi yang diberikan pakan silase dan hay hasil proses mesin yang telah dijelaskan diatas
 
Sumber : http://kelompokternakpucakmanik.blogspot.com/2012/01/mengenal-peternakan-moderen.html