..Ibadah qurban itu berarti perlu disiapkan dengan beternak yg baik !

Selasa, 01 Januari 2013

Analisis Usaha Pembibitan Sapi Bali

 

Analisis Usaha Pembibitan Sapi Bali


Selayaknya usaha penggemukan sapi bali pada pembahasan artikel sebelumnya, maka dalam dunia usaha pembibitan sapi bali sangatlah perlu juga dilakukan sebuah analisis sebagai bentuk kajian terhadap sebuah usaha pembibitan sapi bali, apakah kiranya usaha tersebut akan mendatangkan keuntungan atau malah impas atau bahkan menelan pil pahit sebuah kerugian yang nilainya amat besar...!, untuk itu kami kelompok tani ternak pucak manik berusaha melakukan sebuah analisis usaha, selayaknya metode yang telah dibahas sebelumnya dalam artikel Metode Analisis Usaha.

KONSEP USAHA PEMBIBITAN SAPI BALI
Konsep Usaha yang akan dikembangkan adalah usaha pembibitan sapi bali, dengan berbasis usaha kelompok dengan menggunakan sample dari program SIMANTRI, dimana dalam program tersebut kelompok mendapatkan Bantuan Sosial (Bansos) dalam pengembangan usaha, dalam hal ini semua bentuk bansos dari pemerintah kepada kelompok akan tetap dihitung sebagai modal kelompok, dan pengelolaannya dilakukan secara bersama-sama anggota kelompok dengan di koordinir oleh pengurus kelompok, dengan pola bagi hasil sesuai dengan aturan (awig) yang telah di tetapkan bersama.

ASUMSI-ASUMSI USAHA PEMBIBITAN SAPI BALI
Asumsi-Asumsi dalam Usaha Pembibitan Sapi Bali Adalah :
1. Lahan yang digunakan merupakan tanah pekarangan yang belum dimanfaatkan dan tidak diperhitungkan untuk sewa lahannya.
2. Sapi bibit yang dipelihara sebanyak 20 ekor jenis bibit Sapi Bali dengan harga awal Rp. 4.000.000/ekor dan sapi sudah bunting atau siap kawin, dipakai sebagai bibit selama 5 tahun atau 5x beranak dengan asumsi sapi dipelihara selama 1 tahun dan menghasilkan 1 ekor pedet.
3. Biaya Pembangunan Kandang Sebesar Rp. 25.000.000,00 dengan usia ekonomis selama 10 tahun dan dihitung biaya penyusutan 10% pertahun menetap.
4. Biaya Pembangunan Gudang Pakan Sebesar Rp. 8.000.000,00
5. Biaya Pembangunan Gudang Kompos Sebesar Rp. 8.000.000,00
6. Biaya Pembangunan Unit Bio Urine Sebesar Rp. 8.500.000,00
7. Peralatan usaha dibutuhkan sebesar Rp 250.000/tahun,
8. Jasa Petugas IB Rp. 50.000,-/Straw dengan asumsi sekali IB langsung Bunting, dengan prosentase mortalitas kelahiran pedet jantan dan betina = 50:50 (%)
9. Sapi membutuhkan Vitamin dan obat-obatan sebesar Rp. 10.000/ekor/Bulan
10. Kotoran yang dihasilkan selama 1 periode sebanyak 36.000 kg kering dengan harga Rp. 1000/kg
11. Bio Urine yang dihasilkan selama 1 periode sebanyak 36.000 Liter dengan harga Rp. 500/Liter
12. Diberi Pakan Tambahan berupa mineral : 1 kg x 20kor x 12 bulan dengan harga Rp. 5.000/Kg
13. Tidak membebankan biaya pakaan, mengingat pakan diberikan langsung oleh anggota yang memelihara sapi tersebut.

14. Biaya pembangunan biogas tidak dihitung.
15. Biaya-biaya investasi diperoleh dari bantuan program pemerintah sebagai modal awal dengan asumsi tanpa pengembalian baik pokok dan bunga modal.
16. Biaya-biaya investasi ditaksir dengan usia ekonomis selama 10 tahun dan dihitung biaya penyusutan 10% pertahun menetap.


ASPEK TEKSIS USAHA PEMBIBITAN SAPI BALI
Dari Asumsi-asumsi diatas maka dapat kita tuangkan kedalam aspek teknis dalam usaha Pembibitan sapi bali.


ASPEK TEKNIS
USAHA PEMBIBITAN SAPI BALI
NO
KETERANGAN
JUMLAH
SATUAN
1
Pengadaan Sapi Bakalan :
A. Populasi Awal Pembibitan
20
Ekor
B. Harga Beli Bibit Sapi Bali
4.000.000
Rp/Ekor
2
Periode Pembibitan :
A. Jumlah Bulan Pembibitan
12
Bulan
B. Jumlah Hari Pembibitan
360
Hari
3
Produksi Sapi Pembibitan :
A. Penjualan Pedet Umur 6 Bulan
3.000.000
Rp/Ekor
B. Harga Jual Induk Sapi Setelah 5x Beranak
5.000.000
Rp/Ekor
4
Produksi Pupuk :
A. Produksi Kotoran Basah (60% Pakan Tercerna)
16
Kg/Ekor/Hari
B. Produksi Kompos (Kadar Air = 24,21%)
5
Kg/Ekor/Hari
C. Harga Pupuk Kompos
1.000
Rp/Kg
E. Produksi Bio Urine Sapi
5
Liter/Ekor/Hari
F. Harga Bio Urine Sapi
500
Rp/Liter
5
Biaya Penyusutan Usia Ekonomis 5 tahun
A. Peny. Bangunan Kandang (10%/Tahun)
2.500.000
Rp/Th
B. Peny. Bangunan Gudang Pakan Ternak (10%/Tahun)
800.000
Rp/Th
C. Peny. Bangunan Gudang Kompos (10%/Tahun)
800.000
Rp/Th
D. Peny. Bangunan Bio urine (10%/Tahun)
850.000
Rp/Th
E. Peny. Peralatan Kandang (100%)
250.000
Rp/Th
6
Pakan, Obat, Vaksin dan Vitamin :
A. Konsumsi HMT (10% X Bobot Sapi)
40
Kg/Ekor/Hari
B. Konsumsi Mineral (1kg/ekor/bulan)
1
Kg/Ekor/Bln
C. Harga HMT
500
Rp/Kg
D. Harga Mineral
5.000
Rp/Kg
E. Biaya Obat-obatan dan Vitamin
5.000
Rp/Ekor/Bln
F. Biaya JASA IB
50.000
Rp/Ekor/Thn
7
Biaya Lain-Lain :
A. Kebutuhan Listrik
0,2
Kwh/Hari
B. Biaya Listrik
1.000
Rp/Kwh
C. Kebutuhan Air
20
M3/Bln
D. Biaya Air
5.000
Rp/M3

ANALISIS KEUANGAN USAHA PEMBIBITAN SAPI BALI
Dari Aspek teknis diatas maka dapat kami gambarkan aspek analisis keuangan dari Pembbibitan sapi bali adalah sebagai berikut :
ANALISIS PEMBIBITAN SAPI BALI
( PERIODE 1 Tahun Pembibitan)
NO
URAIAN
JML
SAT
HARGA (Rp)
JML. BIAYA (Rp)
A. BIAYA-BIAYA
1.
BIAYA INVESTASI
1. Bangunan Kandang (Kap. 20)
1
Unit
25.000.000
25.000.000
2. Bangunan Gudang Pakan
1
Unit
8.000.000
8.000.000
3. Bangunan Gudang Kompos
1
Unit
8.000.000
8.000.000
4. Bangunan Pengolah Bio-Urine
1
Unit
8.500.000
8.500.000
5. Peralatan Kandang
1
Paket
250.000
250.000
TOTAL BIAYA INVESTASI
49.750.000
2.
BIAYA VARIABEL
1. Pembelian Bibit Sapi Siap Bunting
20
Ekor
4.000.000
80.000.000
2. Biaya HMT
250
Kg
288.000
3. Mineral
20
Kg
5.000
100.000
4. Vitamin dan Obat-obatan
12
Bulan
20.000
240.000
5. Biaya Listrik
72
Kwh
1.000
72.000
6. Biaya Air
240
M3
2.500
600.000
7. Jasa Petugas IB
20
ekor
50.000
1.000.000
TOTAL BIAYA VARIABEL
82.012.000
3.
BIAYA TETAP
1. Penyusutan Kandang
10%
%/thn
25.000.000
2.500.000
2. Penyusutan Gudang Pakan
10%
%/thn
8.000.000
800.000
3. Penyusutan Gudang Kompos
10%
%/thn
8.000.000
800.000
4. Penyusutan Bio Urine
10%
%/thn
8.500.000
850.000
5. Penyusutan Peralatan Usaha
100%
%/thn
250.000
250.000
TOTAL BIAYA TETAP
5.200.000
TOTAL BIAYA-BIAYA ( B. VARIABEL+B. INVESTASI+B.TETAP)
136.962.000
B. PENERIMAAN
1. Penjualan Pedet Usia 5 Bulan
20
ekor
3.500.000
70.000.000
2. Penjualan Induk Setelah 5x Beranak
20
ekor
6.000.000
120.000.000
2. Penjualan Pupuk Kompos
36.000
Kg
1.000
36.000.000
3. Penjualan Bio Urine
36.000
Liter
1.000
36.000.000
C. TOTAL PENERIMAAN
262.000.000
D. KEUNTUNGAN
125.038.000
E. B/C RASIO
1,912939355

ANALISI CASHFLOW USAHA PEMBIBITAN SAPI BALI
Analisis cashflow ini menggambarkan nilai investasi yang telah dilakukan berikut keuntungan/kerugian yang telah diperoleh oleh kelompok
No
URAIAN
Tahun Ke
I
II
III
IV
V
I
PENDAPATAN
1
Penjualan Induk
0
0
0
0
120.000.000
2
Penjualan Pedet
70.000.000
70.000.000
70.000.000
70.000.000
70.000.000
2
Penjualan Pupuk
36.000.000
36.000.000
36.000.000
36.000.000
36.000.000
4
Penjualan BIO-Urine
36.000.000
36.000.000
36.000.000
36.000.000
36.000.000
TOTAL PENDAPATAN
142.000.000
142.000.000
142.000.000
142.000.000
262.000.000
II
PENGELUARAN
A
BIAYA INVESTASI
1
Bangunan Kandang Koloni
25.000.000
0
0
0
0
2
Bangunan G. Pakan
8.000.000
0
0
0
0
3
Bangunan G. Kompos
8.000.000
0
0
0
0
4
Bangunan Bio Urine
8.500.000
0
0
0
0
5
Peralatan Kandangan
250.000
0
0
0
0
B
BIAYA TETAP
1
Pembelian Bibit Sapi
80.000.000
0
0
0
0
3
Penyusutan Kandang
0
2.500.000
2.500.000
2.500.000
2.500.000
4
Penyusutan G. Pakan
0
800.000
800.000
800.000
800.000
5
Penyusutan G. Kompos
0
800.000
800.000
800.000
800.000
6
Penyusutan Bio Urine
0
850.000
850.000
850.000
850.000
7
Penyusutan Peralatan
0
250.000
250.000
250.000
250.000
C
BIAYA VARIABEL
1
HMT
0
0
0
0
0
2
Mineral
100.000
100.000
100.000
100.000
100.000
3
Jasa Petugas IB
1.000.000
1.000.000
1.000.000
1.000.000
1.000.000
4
Vitamin dan Obat-obatan
240.000
240.000
240.000
240.000
240.000
5
Biaya Listrik
72.000
72.000
72.000
72.000
72.000
6
Biaya Air
600.000
600.000
600.000
600.000
600.000
TOTAL PENGELUARAN
131.762.000
7.212.000
7.212.000
7.212.000
7.212.000
IV
KEUNTUNGAN PER TAHUN
10.238.000
134.788.000
134.788.000
134.788.000
254.788.000
V
ANALISIS-ANALISIS
1
DF = (P/F,12%,5)
0,8928
0,7971
0,7117
0,6355
0,5672
2
Nilai Sekarang (PV)
9.140.486
107.439.515
95.928.620
85.657.774
144.515.754
3
(B/C) Ratio
0,07
0,95
0,95
0,95
0,97
4
NPV
442.766.440
 
KESIMPULAN
Bahwa dalam usaha pembibitan sapi bali apabila dilakukan dalam skup kelompok akan diperoleh nilai keuntungan yang besar dengan B/C Ratio di tahun pertama 0,07 mengingat biaya investasi di tahun pertama yang sangat besar dan pada tahun-tahun berikutnya akan diperoleh B/C Ratio sebesar 0,95.
Akan tetapi jika kita membebankan biaya HMT pada modal selayaknya skala usaha yang bukan berbasis kelompok maka pada tahun I (Pertama) akan mengalami kerugian, dan di tahun ke berikutnya baru memperoleh keuntungan dengan.
Dengan tetap memperhitungkan Bansos sebagai modal dingin dengan perhitungan penyusutan maka pada usia kelompok yang ke 10 tahun, maka kelompok sudah bisa mengembangkan lagi usahanya 2x lipat dengan asusmsi mengabaikan keuntungan tahun-tahun sebelumnya sebagai modal. 

Sudah selayaknya kelompok usaha pembibitan sapi bali memperoleh sebuah INSENTIF baik berupa insentif sapi betina produktif dari pemerintah, mengingat Program Penyelamatan Sapi baik dalam mendukung penyelamatan Plasmanutfah genetik sapi bali maupun mendukung swasembada daging sapi 2014 mendatang, mengingat nilai keuntungan di tahun I (pertama) yang sangat kecil dibandingkan usaha jasa contohnya usaha jasa pembuatan web desingn, usaha jasa service computer, usaha jasa cleaning service maka tidak heran para generasi muda kita meninggalkan pertanian di kampung halamannya.
 
Sumber : http://kelompokternakpucakmanik.blogspot.com/2012/06/analisis-usaha-pembibitan-sapi-bali.html

Mengenal Peternakan Modern

Mengenal Peternakan Modern


Jika kemarin kita telah Mengenal Alat Tradisional Pertanian di bali, dan Mengenal Ragam HMT untuk Ternak Sapi maka hari ini kami akan mangajak Mengenal Peralatan Peternakan Modern dalam penyediaan pakan ternak mereka. Jauh di Luar Negeri sana (Inggris, Australia dan Amerika) Pertanian dan Peternakan disana telah memanfaatkan teknologi modern dalam pengelolaan pertanian dan peternakan mereka. Mekanisasi dalam dunia Peternakan dengan menggunakan mesin-mesin canggih, traktor canggih dan beberapa peralatan canggih lainnya dalam penyediaan pakan ternak mereka.
Peternakan yang dikelola secara modern ini dengan memiliki ribuan ekor ternak sudah tentu memerlukan pakan ternak dalam jumlah yang sangat besar, namun bagi peternak disana kesulitan pakan bukan merupakan masalah yang besar bagi mereka, manajement peternakan mereka sudah sangat Mulai dari dari sektor hulu hingga hilir.

Disektor Hulu dalam penyediaan pakan ternak, petani disana memiliki ladang rumput yang sangat luas, nah untuk mengelola ladang rumput ini tentu tidak bisa dikelola hanya dengan menggunakan tenaga manusia, tenaga mesin alias mekanisasi pertanian dengan sentuhan teknologi yang modern dan canggih, sehingga dengan alat pertanian ini akan meminimalisasi tenaga kerja manusia.

Dalam Penyediaan pakan ternak, pengelolaan peternakan disana juga menerapkan pola menabung pakan ternak disaat pakan berlimpah baik dengan mengolah pakan dalam bentuk SILASE maupun HAY. Nah untuk mengenal lebih lanjut mengenai proses pemanenan rumput hingga menjadi Silase dan Hay yang siap menjadi pakan ternak kita lihat lebih lanjut sebagai berikut :

Untuk melakukan proses pemanenan rumput biasanya dilakukan sekitar bulan juli, yakni ditandai dengan rumput yang sudah hampir keluar bunga, maka disiapkanlah sebuah alat berat yakni mesin pemotong rumput, yang mampu memotong rumput dengan rapi. 


Hasil potongan rumput tersebut kemudian dikumpulkan dengan alat berat yang bernama rotary rakes, pada mesin tersebut terdapat bebrapa buah menyerupai garpu yang berputar, yang berfungsi untuk mengumpulkan rumput yang telah dipotong.

Potongan rumput ini bisa dimanfaatkan sebagai HAY maupun SILASE, untuk proses hay, maka rumput akan dibiarkan dulu mengering, baru kemudian di gulung dan dikemas. Sedangkan untuk proses SILASE maka rumput tersebut akan langsung digulung dengan  alat ROLLPROFI round balers

Seperti Pada gambar diatas, gulungan-gulungan rumput tersebut merupakan gulungan rumput yang telah dipotong tadi, gulungan tersebut sangat padat sekali, hampir tidak bisa udara masuk kedalam gulungan tersebut.

Dari hasil gulungan rumput, selanjutnya akan diangkat dengan mesin, untuk kemudian diangkut oleh truk-truk besar/trailer untuk dikumpulkan dalam suatu tempat pengolahan selanjutnya.

Setelah Semua terkumpul gulungan rumput tersebut, maka rumput tersebut sebelum disimpan, akan dimasukkan kedalam kantong pelastik tebal, dengan tujuan untuk menghindari masuknya bakteri yang tidak di inginkan dalam proses pembuatan silase ini, dengan demikian maka pakan ternak akan disimpan kedalam gudang pakan ternak, untuk selanjutnya akan diberikan kepada ternak-ternak yang jumlahnya begitu banyak. 

Inilah sapi-sapi yang diberikan pakan silase dan hay hasil proses mesin yang telah dijelaskan diatas
 
Sumber : http://kelompokternakpucakmanik.blogspot.com/2012/01/mengenal-peternakan-moderen.html

Selasa, 25 Desember 2012

Pembuatan Pupuk Organik Cair berkadar Nitrogen Tinggi

Pembuatan Pupuk Organik Cair berkadar Nitrogen Tinggi

Sahabat tani, kondisi "sakit" atau penyakit diindap oleh petani di negeri kita (baca: petani kecil, gurem), karena keterbatasan pendidikan, akses informasi, permodalan, teknik ketrampilan, serta sikap mental negatif telah melahirkan penyakit kronis dan sangat akut berupa Sumber Daya Manusia berkualitas rendah.  Penyakit ini sangat berat dan tidak bisa secara kejap [instant] disembuhkan. Resep "empowering & improvement" (pemberdayaan & perbaikan) mutlak diberikan secara terprogram dan berkesinambungan sehingga mampu menghasilkan SDM yang handal dan mandiri, dengan sikap mental positif.

Polemik mengenai pupuk kimia sintetis (baca : urea) yang sebentar lagi akan dicabut subsidinya dan saat ini di beberapa wilayah harga pupuk urea sudah mulai merangkak naik, sangat perlu untuk disikapi secara arif bagi para sahabat tani.  Dampak positif dan negatif  dari suatu kebijakan pasti akan muncul, namun jika dampak positif lebih banyak diterima oleh para petani, maka perlu kebijakan tersebut didukung sepenuhnya.

Nah, untuk persiapan pencabutan subsidi pupuk kimia sintetis, mari kita bagikan Teknik membuat Pupuk Organik Cair berbasis Nitrogen Tinggi.  Bahan cukup mudah diperoleh, murah dan mujarab dalam hasil aplikasinya, karena bisa menghemat pemakaian pupuk kimia sintetis (urea) 35%. Yuk kita simak dan praktekan!

N (Nitrogen) dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah besar, umumnya menjadi faktor pembatas pada tanah-tanah yang tidak dipupuk.  N berperan dalam mempercepat pertumbuhan vegetatif tanaman mencakup tinggi tanaman, jumlah anakan, cabang, dan ranting. N juga membuat tanaman lebih hijau segar, karena banyak mengandung butir hijau daun. Unsur N juga merupakan bahan penyusun klorofil daun, protein, dan lemak, menambah kandungan protein tanaman.

Kekurangan unsur N berakibat daun tanaman menjadi hijau pucat kekuningan sampai menguning seluruhnya, pertumbuhan tanaman lambat dan kerdil. Sebaliknya kelebihan N akan merangsang pertumbuhan vegetatif, laju fotosintesis tinggi, penggunaan CH2O juga tinggi,  akibatnya menghambat kematangan tanaman, jaringan menjadi sukulen, tanaman rebah, mudah terserang penyakit.

Bentuk N yang diserap tanaman
1.    Bentuk NH3 (amoniak) diserap oleh daun dari udara atau dilepaskan dari daun ke udara, jumlahnya tergantung konsentrasi di udara.
2.    Sebagian besar N diambil akar dalam bentuk  anorganik yaitu NH4+ (ammonium) dan NO3- (nitrat). Jumlahnya tergantung kondisi tanah, nitrat  lebih banyak terbentuk jika tanah hangat, lembab dan aerasi baik. Penyerapan NH4+ lebih banyak terjadi pada pH tanah netral, sedangkan NO3- pada pH rendah. Senyawa NO3- umumnya bergerak menuju akar karena aliran masa, senyawa NH4+ bersifat tidak mobil, gerakan disebabkan oleh difusi juga aliran masa.

Mari kita langsung mulai meracik!
Bahan-bahan:
1. Air “bersih“ 1 liter
2. Akar kacang tanah/kedelai sebanyak 9 kg
3. Daun bandotan/wedusan (Ageratum conyzoides) = 9 kg
4. Daun marenggo/kapal terbang (Chromolaena odorata) 9 kg
5. Nanas matang/busuk sebanyak 1 buah
6. Air kelapa sebanyak 13 liter
7. Urine sapi/kerbau/kambing/kelinci/manusia = 99 ltr
8. Mollase/gula jawa/gula aren/gula pasir = 300 gram
9. Bioactivator/starter/Ragi kompos sebanyak 1 buah

Alat
Drum plastik kapasitas 200 liter dan penutupnya
Parang tajam untuk mencacah bahan
Kayu pengaduk

Cara Pembuatan
1. Itikadkan di dalam hati sanubari kepada Sang Pencipta Alam Semesta bahwa niat kita adalah semata untuk memuliakan tanah/lahan bumi pertiwi [khidmat dalam hati] dan hembuskan nafas kita pada air “bersih” 1 liter.  Siramkan/cipratkan pada semua bahan-bahan yang sudah tersedia sampai air “bersih”  habis.

2. Cacah akar kacang tanah/kedelai sampai kecil, demikian pula untuk daun bandotan/wedusan (Ageratum conyzoides),  juga untuk daun marenggo/kapal terbang (Chromolaena odorata).  Lumatkan buah nanas matang/busuk.

3. Encerkan bioactivator/starter/ragi kompos  dengan menggunakan air kelapa, dan masukan ke dalam drum plastik tambahkan mollase/gula jawa/gula aren/gula pasir sebanyak 300 gram, aduk agar homogen. Tuangkan nanas yang telah dilumat [aduk kembali],  masukkan akar kacang tanah/kedelai dan daun bandotan/wedusan (Ageratum conyzoides) dan terakhir daun marenggo/kapal terbang (Chromolaena odorata), tambahkan   urine sapi/kerbau/kambing/ kelinci/manusia sambil tetap diaduk-aduk sampai homogen.

4. Tutup drum plastik tersebut dan biarkan selama 3 minggu, dengan catatan setiap 3 hari sekali dibuka dan diaduk-aduk sekitar 9 menit untuk kemudian tutup kembali demikian seterusnya sampai 3 minggu lamanya.

5. Alhamdullilah, selesai sudah ramuan Pupuk Organik Cair berbasis Nitrogen Tinggi sebanyak ± 113 liter. Untuk aplikasi saring ramuan tersebut agar mendapatkan cairannya. Untuk ampasnya Jangan Dibuang karena bisa kita gunakan untuk membuat Pupuk Organik Pasta/Kocor pada tanaman sayuran!.

Aplikasi:
1. Sebelum aplikasi selalu “itikad kan” doa berniat untuk memuliakan lahan/tanah/bumi pertiwi kepada Nya.
2. Digunakan sebagai pupuk dasar pada saat pengolahan lahan/membajak/traktor dengan dosis 15 liter POC basis N tinggi dicampur air secukupnya dan disiramkan ke lahan secara merata.
3. Sebagai pupuk susulan pada pertanaman padi, aplikasikan pada 7 HST [hari setelah tanam] dengan dosis 1 liter POC basis N Tinggi dalam 15 liter air [tangki sprayer]. Ulangi setiap 7-10 hari sekali sampai menjelang tanaman mau berbunga.

Catatan: Pengalaman penulis dalam membuat dan mempraktekan pembuatan pupuk organik cair beranalisis N tinggi, dapat memhemat penggunaan pupuk kimia sintetis [baca: urea]  kurang lebih sekitar 35%. Beberapa praktek lebih dari prosentase tersebut, namun sebetulnya lebih kepada sejarah lahan itu sendiri.

Selamat mencoba, semoga Allah meridhoi usaha para sahabat petani dalam memuliakan kehidupan petani dengan mengajak bertani dengan hati.
Salam
 
Pembuatan Pupuk Organik Cair berkadar Nitrogen Tinggi

Oleh :   Widodo Cahyono
 

Sahabat tani, kondisi "sakit" atau penyakit diindap oleh petani di negeri kita (baca: petani kecil, gurem), karena keterbatasan pendidikan, akses informasi, permodalan, teknik ketrampilan, serta sikap mental negatif telah melahirkan penyakit kronis dan sangat akut berupa Sumber Daya Manusia berkualitas rendah. Penyakit ini sangat berat dan tidak bisa secara kejap [instant] disembuhkan. Resep "empowering & improvement" (pemberdayaan & perbaikan) mutlak diberikan secara terprogram dan berkesinambungan sehingga mampu menghasilkan SDM yang handal dan mandiri, dengan sikap mental positif.

Polemik mengenai pupuk kimia sintetis (baca : urea) yang sebentar lagi akan dicabut subsidinya dan saat ini di beberapa wilayah harga pupuk urea sudah mulai merangkak naik, sangat perlu untuk disikapi secara arif bagi para sahabat tani. Dampak positif dan negatif dari suatu kebijakan pasti akan muncul, namun jika dampak positif lebih banyak diterima oleh para petani, maka perlu kebijakan tersebut didukung sepenuhnya.


Nah, untuk persiapan pencabutan subsidi pupuk kimia sintetis, mari kita bagikan Teknik membuat Pupuk Organik Cair berbasis Nitrogen Tinggi. Bahan cukup mudah diperoleh, murah dan mujarab dalam hasil aplikasinya, karena bisa menghemat pemakaian pupuk kimia sintetis (urea) 35%. Yuk kita simak dan praktekan!


N (Nitrogen) dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah besar, umumnya menjadi faktor pembatas pada tanah-tanah yang tidak dipupuk. N berperan dalam mempercepat pertumbuhan vegetatif tanaman mencakup tinggi tanaman, jumlah anakan, cabang, dan ranting. N juga membuat tanaman lebih hijau segar, karena banyak mengandung butir hijau daun. Unsur N juga merupakan bahan penyusun klorofil daun, protein, dan lemak, menambah kandungan protein tanaman.


Kekurangan unsur N berakibat daun tanaman menjadi hijau pucat kekuningan sampai menguning seluruhnya, pertumbuhan tanaman lambat dan kerdil. Sebaliknya kelebihan N akan merangsang pertumbuhan vegetatif, laju fotosintesis tinggi, penggunaan CH2O juga tinggi, akibatnya menghambat kematangan tanaman, jaringan menjadi sukulen, tanaman rebah, mudah terserang penyakit.


Bentuk N yang diserap tanaman

1. Bentuk NH3 (amoniak) diserap oleh daun dari udara atau dilepaskan dari daun ke udara, jumlahnya tergantung konsentrasi di udara.
2. Sebagian besar N diambil akar dalam bentuk anorganik yaitu NH4+ (ammonium) dan NO3- (nitrat). Jumlahnya tergantung kondisi tanah, nitrat lebih banyak terbentuk jika tanah hangat, lembab dan aerasi baik. Penyerapan NH4+ lebih banyak terjadi pada pH tanah netral, sedangkan NO3- pada pH rendah. Senyawa NO3- umumnya bergerak menuju akar karena aliran masa, senyawa NH4+ bersifat tidak mobil, gerakan disebabkan oleh difusi juga aliran masa.

Mari kita langsung mulai meracik!

Bahan-bahan:
1. Air “bersih“ 1 liter
2. Akar kacang tanah/kedelai sebanyak 9 kg
3. Daun bandotan/wedusan (Ageratum conyzoides) = 9 kg
4. Daun marenggo/kapal terbang (Chromolaena odorata) 9 kg
5. Nanas matang/busuk sebanyak 1 buah
6. Air kelapa sebanyak 13 liter
7. Urine sapi/kerbau/kambing/kelinci/
manusia = 99 ltr
8. Mollase/gula jawa/gula aren/gula pasir = 300 gram
9. Bioactivator/starter/Ragi kompos sebanyak 1 buah

Alat

Drum plastik kapasitas 200 liter dan penutupnya
Parang tajam untuk mencacah bahan
Kayu pengaduk

Cara Pembuatan

1. Itikadkan di dalam hati sanubari kepada Sang Pencipta Alam Semesta bahwa niat kita adalah semata untuk memuliakan tanah/lahan bumi pertiwi [khidmat dalam hati] dan hembuskan nafas kita pada air “bersih” 1 liter. Siramkan/cipratkan pada semua bahan-bahan yang sudah tersedia sampai air “bersih” habis.

2. Cacah akar kacang tanah/kedelai sampai kecil, demikian pula untuk daun bandotan/wedusan (Ageratum conyzoides), juga untuk daun marenggo/kapal terbang (Chromolaena odorata). Lumatkan buah nanas matang/busuk.


3. Encerkan bioactivator/starter/ragi kompos dengan menggunakan air kelapa, dan masukan ke dalam drum plastik tambahkan mollase/gula jawa/gula aren/gula pasir sebanyak 300 gram, aduk agar homogen. Tuangkan nanas yang telah dilumat [aduk kembali], masukkan akar kacang tanah/kedelai dan daun bandotan/wedusan (Ageratum conyzoides) dan terakhir daun marenggo/kapal terbang (Chromolaena odorata), tambahkan urine sapi/kerbau/kambing/ kelinci/manusia sambil tetap diaduk-aduk sampai homogen.


4. Tutup drum plastik tersebut dan biarkan selama 3 minggu, dengan catatan setiap 3 hari sekali dibuka dan diaduk-aduk sekitar 9 menit untuk kemudian tutup kembali demikian seterusnya sampai 3 minggu lamanya.


5. Alhamdullilah, selesai sudah ramuan Pupuk Organik Cair berbasis Nitrogen Tinggi sebanyak ± 113 liter. Untuk aplikasi saring ramuan tersebut agar mendapatkan cairannya. Untuk ampasnya Jangan Dibuang karena bisa kita gunakan untuk membuat Pupuk Organik Pasta/Kocor pada tanaman sayuran!.


Aplikasi:

1. Sebelum aplikasi selalu “itikad kan” doa berniat untuk memuliakan lahan/tanah/bumi pertiwi kepada Nya.
2. Digunakan sebagai pupuk dasar pada saat pengolahan lahan/membajak/traktor dengan dosis 15 liter POC basis N tinggi dicampur air secukupnya dan disiramkan ke lahan secara merata.
3. Sebagai pupuk susulan pada pertanaman padi, aplikasikan pada 7 HST [hari setelah tanam] dengan dosis 1 liter POC basis N Tinggi dalam 15 liter air [tangki sprayer]. Ulangi setiap 7-10 hari sekali sampai menjelang tanaman mau berbunga.

Catatan: Pengalaman penulis dalam membuat dan mempraktekan pembuatan pupuk organik cair beranalisis N tinggi, dapat memhemat penggunaan pupuk kimia sintetis [baca: urea] kurang lebih sekitar 35%. Beberapa praktek lebih dari prosentase tersebut, namun sebetulnya lebih kepada sejarah lahan itu sendiri.


Selamat mencoba, semoga Allah meridhoi usaha para sahabat petani dalam memuliakan kehidupan petani dengan mengajak bertani dengan hati.

 
Salam

Kamis, 06 Desember 2012

Membuat Kandang Ayam Nyaman

Peternakan ayam Bagian 1

Untuk Memelihara ayam, kita di tekan kan untuk menyediakan berbagai perlatan dan berbagai kebutuhan, kita harus memikirkan betapa penting nya kandang ayam selama ayam tinggal di dalam kandang.

Dengan demikian, Pembuatan kandang ayam tidak hanya sekedar jadi saja [asal asalan] ,  namun pembuatan kandang perlu di perkirakan dan perlu di buat senyaman mungkin buat ayam kelak,.

Dengan kandang yang nyaman  di tinggali, maka ayam berkemungkinan betah dan selesa,

Bagai mana membuat ayam selesa dan nyaman di kandang?
Untuk membuat ayam merasa nyama di kandang , kita harus menyediakan proferty atau perlengkapan yang kumplit untuk ayam selama di kandang, perlengkapan yang di butuhkan di dalam kandang,
Saya mengambil  keperluan dasar dan sederhana saja, Tidak mengambil contoh dari keperluan kandang modern dan otomatis, Misalnya:
  • Brooder [Pemanas]
  • Gallon [tempat minum]
  • bell drinker
  • Nipple line
  • Chick tray [broiler]
  • Feeder [tepat makanan]
  • Water tank [tanki air] 
  • Kipas [jika perlu]
  • Colling pad [jika perlu] 
  •  Tenggeran [untuk ayam kampung dan ayam layer]
  • Nest box atau sangkar [untuk ayam petelur dan ayam kampung yang akan di buat secara Intensive]
  • dan lain-lain.
  • Untuk catatan; kandang haruslah menghadap ke arah Utara atau selatan,  janghan menghadap ke timur dan kebaran, ya... miring dikit gak apa2 :) agar kandang pada pagi hari bisa terkena sinar matahari.
Brooder
Untuk Menyediakan brooder, kita bisa memilih dengan berbagai jenis mengikut kemampuan kita, ada brooder atau pemanas yang serba otomatis, tergantung suhu yang di perlukan, jika suhu turun pemanas akan hidup, dan jika naik pemanas akan mati...

Atau kita hanya bisa menggunakan pemanas biasa seperti di bawah ini.




Gambar 1
Pemanas atau brooder yang menggunakan infra red, atau gas.



Gambar2
Pemanas buatan untuk skala ayam kecil, Tapi ini sangat bagus, Dengan menggunakan lampu mercury, Yang bisa menghasilkan suhu sekitar 33 drajat celcius.

Kita perhatikan gambar Nomber dua di atas,

Untuk peternak kecil2an yang jika membeli brooder atau pemanas yang menggunakan gas, tentunya bisa menaikan biaya pengeluaran produksi , karena biaya beli yang relatip mahal,  Jadi Kita bisa menggunakan dan membuat brooder yang seperti nomber 2 di atas.

Brooder tersebut sangat efektif jika di gunakan untuk ayam bersekala kecil2an,  misalnya kita hanya mampu memelihara ayam sekitar 200 ekor, Lumayan dengan cara di atas [gambar nomber 2 ] bisa mengurangi biaya membeli gas atau elpiji yang mahal.

Brooder itu di buat dengan menggunakan lampu mercury, Regulator atau termostat pengukur kebutuhan panas.
Dan kita bisa menggunakan termometer yang biasa saja

Jika kita tidak mau menggunakan lampu mercury yang memakan  listrik besar, kita bisa menggunakan Lampu biasa.

2. Gallon atau bell drinker
Bell drinker terdapat berbagai jenis, tergantung kita mau menggunakan jenis yang bagai mana, 
3 Nipple Line


Feeder
Berbagai feeder atau tempat makanan ayam yang tersedia di toko dan pasar. Jika kita memelihara ayam kecil2an, kita mungkin enggan mengeluarkan biaya yang besar, apalagi dengan membelei tempat makanan dari pasar..

Jangan kuatir.. ada alternatif lain untuk membuat tempat makanan ayam.. yaitu dengan menggunakan PVC , peralatan yang di perlukan adalah:

  • Pipa PVC berukuran 6" [inchi] , yang akan di gunakan untuk tabung nya nanti.
  • Pot kembang ber ukuran sederhana /tidak terlalu besar. Untuk dasar atau tempat makanan.
  • 4 Screws yang agak panjang , untuk menggabungkan pot kembang dan PVC tsbt.


Gambar Feeder di atas sangat sederhana sekali. akan tetapi jika di gunakan di peternakan ayam kecil2an, sangat membantu untuk tetap bisa memelihara ayam. walaupun tanpa harus mengeluarkan biaya pembelian feeder dari toko atau pasar, yang mungkin harganya lebih mahal dari Feeder PVC di atas..

Sumber : http://informasipeternakanayam.blogspot.com/2010/03/membuat-kandang-ayam-nyaman.html