..Ibadah qurban itu berarti perlu disiapkan dengan beternak yg baik !

Senin, 11 Juni 2012

Potensi Besar Krayan yang Luar Biasa
















Krayan, Potensimu Luar Biasa

Oleh : Ir. H Ibrahim MP

Akan selalu menarik bicara tentang perbatasan.

Sayangnya, hal menarik itu justru lebih banyak dibahas karena faktor keterbatasannya, bukan keunggulan potensi yang dimiliki. Kali ini, saya mencoba menulis seputar potensi besar yang tersimpan di kawasan perbatasan di barat laut Kaltim, yakni Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan.

Tepat pukul 10.00 Wita dari Bandara Nunukan, saya dan rombongan dari Dinas Peternakan Kaltim, Ihyan Nizam (Kasi Perbibitan) dan Prof. Dr. Suhubdy dari Universitas Mataram NTB dengan pesawat komersial Susi Air, terbang menuju Long Bawan. Sehari sebelumnya, rombongan dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Nunukan Desy SPt ( Kabid Peternakan dan staf), sudah berangkat lebih dulu.

Dari udara, saya melihat hamparan hutan yang menghijau. Pemandangan ini akan selalu kita lihat. Menuju Krayan (Long Bawan), hanya ada dua perusahaan yang biasa menerbangi rute ini, yaitu Susi Air dan Mission Air Fellowship (MAF), karena landasan Bandara Yuvai Semaring yang hanya 900 meter dengan lebar 23 meter.

Kabarnya, sudah ada perpanjangan landasan 200 meter dan selanjutnya yang diperpanjang lagi hingga 1.600 meter dengan lebar 30 meter sehingga bisa didarati pesawat dengan kapasitas lebih besar, sejenis Hercules. Saat ini, dengan pesawat jenis Grand Carravan milik Susi Air, maksimum penumpang yang bisa diangkut hanya 10 orang.

Mendekati Krayan, saya menyaksikan pemandangan yang sangat indah. Kecamatan Krayan yang bertetangga dengan Kecamatan Krayan Selatan dipagari gunung dan perbukitan. Dari udara, Krayan bak sup dalam mangkuk raksasa. Begitu indah, memukau pandangan saya. Bagi saya, ini adalah potensi pertama Krayan.

Kondisi dan Potensi Krayan

Kecamatan Krayan mempunyai luas wilayah sekitar 1.837,54 kilometer persegi dengan penduduk 2.077 kepala keluarga, terdiri dari 4.271 jiwa perempuan dan 3.685 jiwa laki-laki. Penduduk asli adalah Suku Dayak Lundayeh. Luas Lahan pertanian pangan 2.500 hektare antara lain ditanami Padi Adan yang terkenal di Kaltim dan konon merupakan beras makanan utama Sultan Hasanal Bolkiah dari Brunai Darussalam.

Seorang warga Krayan, Moris menyebutkan ada kurang lebih 60 macam padi di Kecamatan Krayan. Harga satu kaleng beras (berat 15 kg) sekitar Rp200 ribu. Produksi perhektare sekitar 3,5 ton gabah kering giling (GKG). Satu kepala keluarga (KK) mampu menghasilkan padi sampai 1,5 ton per tahun atau 750 hingga 1.000 kaleng beras setiap KK.

Krayan sangat subur karena cekungan dari bukit dan gunung menyebabkan unsur hara terkumpul karena proses leaching (etraksi padat cair). Sawah hijau terhampar pada 21 lokasi di 65 desa. Daerah ini sangat cocok ditanami Beras Adan yang merupakan beras yang sangat terkenal dan khas.
Beras ini berwarna putih dengan ukuran lebih kecil dari beras pada umumnya. Aromanya harum setelah dimasak. Rasanya pulen dan sedap meskipun dilahap tanpa lauk pauk dan sayuran. Ada tiga jenis Beras Adan yakni Adan Putih, Adan Hitam dan Adan Merah.

Menariknya, warga menanam padi tanpa pupuk kimia, hanya menggunakan pupuk kandang dari kotoran kerbau. Ada perpaduan penanaman padi dengan penggunaan kerbau dalam mengelola lahan pertanian. Panen padi dilakukan sekali setahun.

Pola tanamnya dimulai sejak dilakukan persiapan penebasan lahan sejak Maret hingga April. Lahan dibiarkan hingga Juni. Pada saat habis panen kerbau digembala di lahan sawah dan berakhir pada saat tanam. Pada saat itulah kerbau mengolah lahan sawah dengan menginjak-injak lahan sawah sampai akhirnya lahan tersebut siap ditanami.

Pada Juli hingga Agustus dimulai penanaman padi. Panen dilakukan antara Desember hingga Februari. Kira-kira demikianlah ungkapan perwakilan petani, Ersan yang ikut dalam pertemuan dengan di rumah Kepala Desa Kuala Belawit.

Kerbau Krayan

Selain Padi Adan yang sangat terkenal, Krayan juga memiliki potensi ternak kerbau yang juga disukai masyarakat Brunai. Kepala Adat Krayan, Yagung Bangau menceritakan bahwa ternak kerbau merupakan simbol prestise masyarakat Krayan.
Siapa yang memiliki kerbau banyak menunjukkan status sosial seseorang tinggi dan disegani. Dulu kalau seseorang ingin melaksanakan perkawinan, paling tidak harus memberikan jujuran 30 ekor kerbau.

Tetapi sekarang aturan adat ini sudah berubah dan jujuran untuk perkawinan hanya menyediakan tiga ekor kerbau. Pada 1999 populasi kerbau masih sekitar sembilan ribu ekor dan berdasarkan hasil pendataan ternak 2011 yang dilaksanakan BPS, populasi ternak kerbau di Kecamatan Krayan sekitar 2.987 ekor.

Berdasarkan informasi dari masyarakat, menjelang Hari Raya Idul Adha 2011, jumlah kerbau yang keluar dari Long Bawan ke Ba'Klalan, Malaysia dan sekitarnya berjumlah ratusan ekor. Perkembangan ternak kerbau memerlukan perhatian khusus, terutama saat birahi. Peternak sering tidak memperhatikan waktu birahi kerbau yang terjadi umumnya pada sore hari atau malam hari. Karena itu Kerbau betina dan pejantan harus digembalakan bersama sama agar betina yang birahi cepat dikawini pejantan agar cepat menghasilkan keturunan.

 Perkembangan ternak kerbau di kawasan ini berjalan alami, sekaligus mematahkan teori yang menyatakan memelihara kerbau susah dan lambat berkembang. Bisa dikatakan satu ekor kerbau dalam satu tahun dapat menghasilkan anak dan tidak jauh berbeda dengan ternak Sapi Bali.
Melihat kebiasaan warga Krayan, kerbau bisa dikelompokkan dalam berbagai kebutuha, yakni sebagai mas kawin. Sekarang harus menyiapkan tiga ekor kerbau sebagai jujuran. Kemudian sebagai pengolah tanah pada lahan sawah yang menghasilkan Beras Adan dan sebagai hewan ternak yang dijual untuk biaya melanjutkan pendidikan.

Selanjutnya ternak kerbau juga berfungsi sebagai tabungan yang sewaktu-waktu bisa digunakan, misalnya ketika ada keluarga sakit dan memerlukan pembiayaan pengobatan.
Harga kerbau dewasa (umur 1,5 sampai 2 tahun ) berkisar 2.000 hingga 3.500 Ringgit Malaysia atau setara dengan Rp7 juta hingga Rp9 juta ( kurs 1 ringgit Rp3000) untuk betina dan Rp10 juta hingga Rp12 juta untuk pejantan.

Menanggulangi penurunan populasi kerbau di daerah itu, akan dilakukan langkah-langkah sebagai berikut, yakni memasukkan kerbau pejantan untuk mengurangi inbreeding (kawin keluarga) dari luar Long Bawan. Sehingga digalakkan intensifikasi kawin alam (Inka) dan gerakan massal inseminasi buatan dengan menggunakan straw kerbau unggul untuk memperbaiki kualitas kerbau di Krayan.
Selanjutnya menggalakkan pemanfaatan jerami sebagai pakan ternak yang selama ini tidak dimanfaatkan. Selain itu juga menggalakkan penanaman rumput pakan ternak dan penanaman legum pohon, misalnya gamal dan lainnya. Kemudian pembuatan kawasan penggembalaan ternak kerbau sehingga deteksi birahi kerbau dapat dilakukan cepat melalui kerbau-kerbau pejantan.

Apel dan Nenas

Potensi lain di Krayan adalah apel dan nenas. Sekitar 1997 ada program penanaman apel di wilayah Long Bawan. Bibit berasal dari Malang yang disebar kepada kelompok tani. Entah bagaimana bibit tersebut mungkin tidak semua ditanam petani dan sebagian bibit dijual ke wilayah tetangga Ba'Klalan.

Saat ini di Long Bawan sulit menemukan apel Malang, tetapi di Ba'Klalan apel bisa tumbuh subur dan memproduksi banyak buah tersebut. Mengapa bisa berproduksi dengan baik karena petani Ba'Klalan mendatangkan petani dari Malang dan membudidayakan layaknya di Malang sehingga Ba'Klalan saat ini terkenal sebagai kota penghasil apel.

Selain apel, Kecamatan Krayan juga terkenal dengan tanaman Nenas yang diproduksi dari beberapa desa, yakni Long Api, Long Umung, Kampung Baru dan lainnya. Harga Nenas di Long Bawan sekitar Rp3.000 sampai Rp4.000 perbuah, tetapi saat sampai di Nunukan harganya lebih mahal. Ongkos angkut barang dari Long Bawan sampai Nunukan Rp15.000 per kg. Sedangkan nenas yang harganya Rp4.000 per butir bila dibawa ke Nunukan maka harganya bisa mencapai Rp20.000 perbutir.

Potensi lainnya adalah tanaman hortikultura, berupa kubis dan kacang tanah. Tanaman ini tumbuh baik di Long Bawan. Komoditi sayuran tersebut banyak dijual di warung-warung pada pagi hari. Petani yang menanam masih sangat terbatas dan memerlukan pengalaman bercocok tanam. Kebanyakan petani yang menanam berasal dari Jawa dan Tana Toraja. Krayan, sesungguhnya memiliki potensi luar biasa. Kita tunggu saja, pada saatnya, Krayan akan berjaya. (adv-Penulis adalah Kepala Dinas Peternakan Kaltim).

Foto : Kerbau di Krayan Kab. Nunukan

Sumber : http://www.kaltimprov.go.id/kaltim.php?page=detailberita&id=8296




Pemkab Nunukan Dorong Petani Tingkatkan Produksi Padi



Pemkab Nunukan Dorong Petani Tingkatkan Produksi Padi

 

Oleh: M Rusman

 
Nunukan (ANTARA News Kaltim) - Pemerintah Kabupaten Nunukan Kalimantan Timur mendorong petani untuk terus meningkatkan produksi padi setiap masa tanam agar kebutuhan pangan khususnya beras di wilayah tidak bergantung pada daerah lain.

Bupati Nunukan, Drs Basri, usai syukuran panen petani di Kelurahan Mansapa, Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, di Nunukan, Minggu, mengatakan, Pemkab Nunukan akan selalu mendorong dan memonitor kendala yang dialami, misalnya kekurangan pupuk, racun maupun bibit, dalam upaya memaksimalkan produksi padi setiap tahunnya.

"Pemkab Nunukan selalu mengajak dan meminta masyarakat petani untuk lebih aktif lagi, supaya produksi dapat ditingkatkan," ujar

Ia berharap petani tidak meninggalkan profesinya apabila ada kegiatan lain yang dianggap lebih menjanjikan kehidupan sehari-harinya, misalnya budidaya rumput laut dan perkebunan sawit.

Dalam kesempatan itu, Bupati meminta petani khususnya di Kelurahan Mansapa Kecamatan Nunukan Selatan Kabupaten Nunukan Kalimantan Timur agar tidak terlalu bergantung pada peralatan canggih seperti handtractor.

Tetapi, ujarnya, sebaiknya tetap mengandalkan tata cara pengolahan lahan pertanian dan persawahannya dengan menggunakan alat tradisional seperti menggunakan hewan berupa sapi atau kerbau.

Selain itu, masalah pupuk agar tidak meninggalkan organik yang berasal dari kotoran hewan. Apabila, petani terlalu bergantung pada pupuk anorganik, maka tentunya akan mengalami kendala di dalam hal peningkatan priduksinya karena harus mengeluarkan biaya.

Sementara pupuk organik, tidak membutuhkan biaya besar karena petani juga memiliki hewan ternak piaraan yang bisa menghasilkan pupuk seperti sapi dan kerbau.

Bupati Nunukan juga mengajak petani di Kelurahan Mansapa untuk memanfaatkan jerami hasil panen padi sebagai makanan ternak sehingga hewan ternaknya tidak dilepaskan bebas.

"Kotorannya juga dapat tertampung pada satu tempat yang pada waktu pemupukan dapat dimanfaatkan lagi. Jangan bergantung pada bantuan pemerintah," ujar Bupati.

Sumber : http://kaltim.antaranews.com/berita/7428/pemkab-nunukan-dorong-petani-tingkatkan-produksi-padi

Bupati Nunukan Drs. Basri adiri Syukuran Panen Padi di Mansapa

Bupati Hadiri Syukuran Panen Padi di Mansapa

Oleh: M Rusman

 
Bupati Nunukan, Drs Basri, menghadiri syukuran petani atas datangnya musim panen padi di Kelurahan Mansapa, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur, yang dilakukan berdasarkan adat setempat.

"Sebaiknya kegiatan semacam ini dilakukan benar-benar tradisional, bukan cuma sekadar makan-makan," katanya di lokasi acara di Kelurahan Mansapa, Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur, Minggu

Ke depan, apabila masih menggelar kegiatan seperti ini tidak terkesan seremoni semata, tetapi diupayakan memiliki kesakralan dengan menampilkan pakaian-pakaian adat masing-masing.

Kegiatan itu ujarnya, merupakan tanda syukur petani setelah berhasil memanen padi pada lahan persawahan masing-masing.

Basri menambahkan, syukuran sebagai pesta panen petani di Kelurahan Mansapa senantiasa dapat dipelihara dan dapat digelar pada masa-masa panen berikutnya.

Tetapi, katanya, perlu lebih dimeriahkan lagi melalui penampilan petani dengan menggunakan pakaian adat masing-masing dan berpenampilan ala petani.

"Kalau perlu pesta mendatang, semua yang hadir khususnya petani menggunakan pakaian adat atau pakaian petani seperti saat membajak sawahnya, supaya terkesan lebih sakral," harapnya.

Bupati Basri berpendapat, syukuran petani ini dapat diangkat menjadi kegiatan tahunan, karena pada intinya merupakan pesta pascapanen.

Ketua Kelompok Tani (Poktan) Maspul Kelurahan Mansapa, Sudirman, di tempat acara, mengatakan, kegiatan itu adalah tanda rasa syukur petani di Kelurahan Mansapa atas keberhasilannya mengelola lahan persawahan milik mereka hingga panen dengan produksi yang memuaskan.  (*)

Editor: Arief Mujayatno

Sumber : http://kaltim.antaranews.com/berita/7426/bupati-hadiri-syukuran-panen-padi-di-mansapa
 

Sabtu, 02 Juni 2012

PENGERING SURYA TIPE LORONG

Pengering Ikan, Rumput Laut, Soun, cabe, Manisan Buah, Pisang Sale

(Ini merupakan hasil penelitian dari dosen universitas darma persada tentang teknologi tepat guna)
PENGERING SURYA TIPE LORONG

Keunggulan:
•Memanfaatkan sumber energi terbarukan setempat (Surya, angin, limbah kehutanan, pertanian)
•Dapat melakukan pengeringan dengan relatip lebih cepat dibanding penjemuran
•Dapat beroperasi secara kontinyu siang dan malam
•Kandungan lokal 100% (hasil invensi sendiri)
•Dapat digunakan untuk terutama untuk pengeringan ikan, rumput laut, soun,  dendeng, bawang, cabe, manisan buah, pisang sale, dll.
•√ Blower dapat digerakkan dengan menggunakan solar PV
•√ Pengering mudah dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan
Spesifikasi

Komponen Utama
- Dimensi : 2 m x 4 m x 2,5 m
- Struktur transparan
- Penyerap panas
- Rak pengering
- Axial Blowers : 3 buah, 12V- dc
- Penukaran panas rangkaian pipa di bagian dasar bangunan
- Unit pemanas tambahan tungku biomasa
- Suhu pengering : 40 – 50 C
Kapasitas: Tergantung jenis produk (100 – 600 kg basah)
Waktu pengeringan :
• 200 – 300 kg ikan ; 1 hari (20% BK)
• rumput laut – 2hari.

Hasil uji kinerja prototipe

•Berat Pepaya Awal                                                            5 kg
•Waktu Pengeringan Efektif                                             6,5 jam
•Berat kering Pepaya setelah                                          6,5 jam pengeringan 1,5 kg
•Laju Penurunan Kadar Air                                              5,49 %
•Suhu air                                                                                  62,25°C
•Suhu Udara di ruang Depan                                           38,01°C
•Suhu Udara di Ruang Tengah                                        36,47°C
•Suhu Udara di Ruang Belakang                                     37,34°C
•Keragaman Kadar Air                                                       0,09 -1,12
•Pemakaian Bahan Bakar                                                   41,1MJ/jam
•~ Arang Kayu                                                                       (11 kg)
•~ Iradiasi Sinar Matahari (248,39 watt/jam)          137,57 kJ/jam
•Efisiensi Panas Pengeringan                                          0,44%
•Pemakaian Energi Panas                                                41,23 MJ/jam
•      13. Kecepatan angin                                                   3,59 m/dt

Prospek/peluang pemasaran produk

•Program pemerintah mulai tahun 2007 dalam pengembangan SET dan desa mandiri energi.
•Potensi SET (Sumber Energi Terbarukan)setempat yang cukup melimpah seperti energi surya, angin, mini-hidro, bio massa, panas bumi dan energi laut.
•Makin meningkatnya pemahaman dan kesadaran pemerintah, swasta dan perguruan tinggi terhadap pentingnya SET sebagai alat untuk memajukan desa.
•Sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk, maka kebutuhan energi masyarakat desa juga akan meningkat.
•Komitmen dunia dalam mencapai MDG dan mengurangi pemanasan global melalui protokol Kyoto.
( LPPM Universitas Darma Persada, Kamaruddin Abdullah)
Sumber : https://yefrichan.wordpress.com/2010/05/06/pengering-ikan-rumput-laut-soun-cabe-manisan-buah-pisang-sale/

Buah-buahan Indonesia di Pasar dan Supermarket Arab

1338620809285795087

                               Buah Rambutan dan Manggis diantara buahan import dan lokal
 (Ahmad Saukani)




Buah-buahan Indonesia 
di Supermarket Arab 

Oleh Ahmd Saukani: 

Tidak seperti kebanyakan lelaki Arab dia tidak mengenakan Thobe pakaian tradisionil yang merupakan pakaian keseharian orang Arab (Saudi). Orang ini mengenakan setelan biasa kemeja dengan celana jean. Tapi dari caranya bertutur dan aksen suaranya saya bisa pastikan orang ini adalah orang Arab (Saudi).

Bersama istrinya yang sedang memilah-milah sayuran. Sementara di trolynya saya lihat sudah ada sayuran dan buah-buahan seperti jeruk dan apel. Orang ini saya lihat sedang sedang menimang-nimang satu paket buah yang tidak asing lagi dimata saya tapi asing dan diperlakukan istimewa di supermarket ini. Bukan lain adalah buah rambutan, lansung saya dekati dan saya tanya “Anda tau itu buah apa”

“ Ya saya tau ini rambutan, saya suka tapi harganya terlalu mahal” jawabnya ramah, tapi tidak urung diambilnya juga satu paket rambutan tersebut.

Bagaimana dia bisa mengenal buah rambutan saya tidak tahu. Berhubung situasi tidak memungkinkan saya tidak bertanya lebih lanjut. Mungkin staf kedutaan di salah satu Negara Asean yang sedang berlibur.

Buah ini nampaknya memang diperlakukan istimewa lantaran buah-buahan yang lain ditata dan disusun begitu rupa sehingga pelanggan bisa memilihnya, sementara buah yang saya maksud yaitu manggis dan rambutan sudah dipaket 1 kilogram dan pembeli tidak bisa memilihnya satu-persatu.

Malam itu saya mengantar istri mencari kebutuhan dapur dan seperti biasa kami mampir disatu supermarket cukup besar di Mekkah. Disini bisa kami dapatkan sayuran yang biasa kita konsumsi di Indonesia seperti, kangkung, bayam, sawi putih dan kacang panjang, kadang ada juga tersedia pepaya muda.

Sementara dirak buah-buahan banyak macam buah tersedia dari buah-buahan lokal maupun buah-buahan import dari manca Negara seperti apel, buah kiwi, pisang, jeruk dan lain-lain. Buah-buahan dari Indonesia seperti yang saya sebutkan diatas tidak banyak macamnya dan harganya masih terlalu mahal.

Rambutan yang dipaket 1 kilogram dibandrol 22 real Saudi, kurang lebih 51.000 rupiah. Sementara manggis paket 1 kilogram dihargai 18 real Saudi setara 41.500. tampaknya buah-buahan Indonesia belum bisa bersaing. Bandingkan dengan apel inport yang cuma dihargai 8-10 real Saudi (rp. 23.000).

Masarakat Saudi termasuk yang banyak mengkonsumsi buah-buahan. Apalagi dimusim panas seperti ini. Selain semangka, melon, pisang termasuk jenis buahan yang sangat disukai. Pisang yang mirip pisang ambon didatangkan dari Venezuela dan Mesir, ada juga yang mirip pisang lampung yang cukup disukai di Mekkah banyak didatangkan dari Yaman.
Pisang Barangan yang banyak dijual di Jakarta saya yakin bisa bersaing di Arab, secara rasanya yang khas dan bisa bertahan cukup lama tidak rusak.

Mangga termasuk juga buah yang disukai bisa kita temui di pasar-pasar, tukang buah dan supermarket. Buah mangga didatangkan dari Mesir, Pakistan dan India. Indonesia punya ratusan jenis mangga, satu diantaranya Mangga Indramayu mungkin bisa menjadi primadona di Arab.

Beberapa jenis buahan Indonesia sudah ada yang masuk pasar Saudi seperti rambutan dan manggis yang saya sebut diatas bisa ditemui di supermarket-supermarket Tapi tampaknya belum digarap dengan serius volumenya masih sedikit sehingga harganya tidak bersaing.
Ayo, para pengusaha Indonesia begitu banyak peluang. Jangan cuma jago kandang.
.
Mekkah Awal Juni 2012

Sumber : http://luar-negeri.kompasiana.com/2012/06/02/buah-buahan-indonesia-di-supermarket-arab/

Jumat, 01 Juni 2012

Analisa Usaha Tani Durian di Malaysia

Cashflow of DURIAN


Durian (Durio zibethinus) in Malaysia is considered as “King of the Fruit” due to its characteristic with strong aroma and various range of price. Total durian planted in Malaysia in 2009 was 100,615 hectare with total production of 288,900 mt . Durian are planted mostly in Johore especially in Daerah Muar Johor (7,048 ha), Daerah Segamat Johor (6,741 ha) and Daerah Kuala Krai Kelantan (5,365 ha). 
 
There was more than 200 clones of durian found in Malaysia but only about 8-12 clone was popular for growing and has a good demand among Durian Eaters. Some popular clone was D24 (Bukit Merah), D99 (Koop Kecil), D158 (Tangkai Panjang), D159 (Bantal Mas), D168/101 (Mas Muar) and D197 (Kunyit). Most durian was for domestic market but export to Singapore, Australia, China and few other countries are increasing.
 
The fresh durian was processed using “Quick Freezing Technique” before packed and export to other country. Durian also used as raw material for processed food product such as lempuk, dodol, juice, jam, durian chip, puree and many others. There was a trend from few years ago the durian farmers start falling durian and replaced it to Oil Palm. This article try to share my knowledge about durian cashflow in 2010 base on my study in Muar and segamat District in Johore.


Durian Planting Distance = 9 m x 9 m
Planting Density = 123 tree/hectare
Study Area = 1.0 hectar
Cashflow Duration : 20 Tahun

CASHFLOW FOR DURIAN

A. CASH IN FLOW
1. Estimated yield (kg/ha) = 113,725 kg
2. Gross farm income @ RM2.50/kg = RM 284,312.50

B. CASH IN FLOW
i) Initial development cost (New land)
1. Land clearing = RM 2,000.00
2. Drainage system = RM 1,200.00
5. Land preparation/ploughing = RM 1,000.00
6. Store = RM 500.00
7. Irrigation system = RM 9,000.00
8. Lining & Planting = RM 369.00
Subtotal 1 = RM 14,069.00
ii) Costs of Input
1. Seedling @ RM5/tree = RM 676.50
2. Fertilizer
(i) CIRP = RM 23.37
(ii) Organic = RM 13,868.25
(iii) GML = RM 2,255.82
(iv) NPK 15:15:15= RM 2,182.64
(v) NPK 12:12:17:2 = RM 44,649.00
3. Pesticide/Fungicide =RM 5,299.20
4. Weedicide= RM 3,831.75
5. Farm Tools = RM 360.00
Subtotal 2 = RM 73,146.53

iii) Cost of labor
1. Manuring = RM 8,100.00
2. Pest &isease Control = RM 5,040.00
3. weed Control = RM 3,435.00
4. Pruning = RM 4,560.00
6. Harvesting = RM 2,110.00
7. Maintenance = RM 18,500.00
Subtotal 3 = RM 41,745.00

iv) Mischellinous Cost
1. Fuel = RM 9,100.00
2. Land Rent/Tax= RM 10,000.00
Subtotal 4 = RM 19,100.00
III) COST ANALYSIS
MAIN COST (1,2,3,4)= RM 148,060.53
EXXTRA COSTS (5% ) = RM 7,403.03
TOTAL COSTS OF PRODUCTION = RM 155,463.55
GROSS FARM INCOME = RM 248,312.50
NETT FARM INCOME = RM 92,848.90
NETT FARM INCOME/YEAR = RM 4,642.45
NETT FARM INCOME/MONTH = RM 386.87
BENEFIT COST RATIO = RM 1.60
BREAKEVEN POINT = RM 0.73


Note:  The durian cashflow is a summary from 20 years cashflow. Reference to detail cashlow by year was recomended.


By, M Anem Johore

Sumber : http://animagro.blogspot.com/search/label/Cashflow%20of%20DURIAN

DURIAN MUSANG KING alias RAJA KUNYIT alias D 197 dari Malaysia

DURIAN MUSANG KING


DURIAN Varieti Raja Kunyit (Durian ziberthinus Linn.) or locally known as Durian 'Musang King' registered as D197










 
Durian Musang King atau Durian Raja Kunyit atau Durian D197 
 
Sumber Gambar dari :  http://animagro.blogspot.com/search/label/POPULAR%20MUSANG%20KING%20DURIAN